Alfred-RiedlOleh : IMAM BACHTIAR
[email protected]

JAKARTA,TODAY-Penunjukan Alfred Riedl sebagai pelatih tim nasional (timnas) senior Indo­nesia cukup mengejutkan. Pas­alnya, sebelumnya nama Riedl tidak ada dalam bursa calon pelatih timnas.

Bahkan, PSSI sempat me­manggil beberapa pelatih lokal untuk melakukan Fit and Prop­er Test. Dua nama pelatih lokal yang sebelumnya masuk bursa pelatih timnas adalah Nil Mai­zar dan Rahmad Darmawan.

Akan tetapi, tiba-tiba secara resmi PSSI mengumumkan Riedl sebagai pelatih timnas. Tentu itu menjadi tanda tanya besar.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (PLT) Ketum PSSI, Hinca Panjaitan langsung angkat bicara. Menurut Hinca, penunjukan Riedl sebagai pela­tih timnas karena alasan profe­sional dan pengalamannya.

“Komunikasi Alfred Riedl dengan kami cukup bagus. Pen­galamannya bersama Indonesia juga cukup dan dia bersedia untuk bergabung dengan tim­nas,” ujar Hinca di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Jumat (10/6).

Hal serupa juga diutarakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Azwan Karim. Menurut Azwan, penunjukan Riedl se­bagai pelatih timnas lantaran ingin mengulang kesuksesan pada 2010.

“Karena pada 2014, banyak sekali faktor X yang tidak kon­dusif bagi seorang pelatih untuk membentuk tim,” tutur Azwan.

Seperti diketahui, Alfred Riedl sebelumnya pernah menangani timnas senior In­donesia pada ajang Piala AFF 2010. Namun, pelatih 66 tahun itu gagal membawa Indonesia juara karena dikalahkan Malay­sia pada partai final yang ber­format tandang kandang.

Pada laga tandang di Stadi­on Bukit Jalil, Kuala Lumpur, In­donesia kalah 1-3 dari Malaysia. Kemudian pada laga kandang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGKB), Jakarta, skuat Garuda menang 2-1. Sehingga Indonesia kalah agregat gol 3-4.

Kemudian Alfred Riedl juga menangani timnas Indonesia ber­laga pada ajang Piala AFF 2014. Namun, mantan pelatih PSM Makassar itu gagal membawa In­donesia lolos dari fase grup.

Ingin Mengulang Sejarah 2010

Pelatih tim nasional (tim­nas) senior Indonesia, Alfred Riedl mematok target tinggi pada ajang Piala AFF 2016. Adalah mengulang sejarah pada Piala AFF 2010 yang di­mana pada saat itu Riedl ber­hasil membawa skuat Garuda lolos ke partai final.

“Keadaan ini mengingatkan saya pada tahun 2010. Saya ingin timnas Indonesia bisa kembali mencapai partai fi­nal,” ujar Riedl di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Jumat (10/6).

Riedl sendiri baru saja res­mi ditunjuk PSSI untuk kembali membesut timnas usai FIFA mencabut sanksi untuk Indo­nesia. Skuad asuhannya nanti akan berlaga di Myanmar dan Filipina, 19 November hingga 17 Desember mendatang

Persiapan Riedl sebelum berlaga pada ajang tersebut memang terbilang mepet. Pas­alnya, mantan pelatih PSM Makassar itu hanya memiliki waktu kurang dari enam bulan untuk mempersiapkan tim.

Untuk itu, pelatih asal Aus­tria itu berharap dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia. “Saya yakin dengan begitu tar­get bisa tercapai, itu keyakinan dari saya dalam menangani timnas,” pungkas Riedl. (net)