Teror Tronton Lumat 84 Nyawa di Bastille Day

Senjata-senjata ditemukan dalam truk yang menabrak keru­munan orang itu. Sopir truk dikabarkan mengambil ancang-ancang sebelum menabrak massa dengan kecepatan tinggi. Seorang saksi menyatakan sang sopir me­laju pada jarak 4 kilometer.

Truk yang disebutkan ber­jalan zig-zag itu menyibak orang-orang di sepanjang jalan. Si sopir lalu turun dari truk dan menembaki orang sekitarnya. Kementerian Dalam Negeri Pran­cis memastikan sopir truk tewas ditembak polisi.

Akibat kejadian ini, Presiden Prancis Francois Hollande me­nyatakan negaranya dalam target teroris Islam. Hollande memper­panjang masa tanggap darurat di Prancis hingga tiga bulan men­datang. Kondisi darurat juga telah diberlakukan Hollande selama delapan bulan pasca-serangan di Paris pada 13 November 2015 yang menewaskan 130 orang.

BACA JUGA :  Drone Iran Hantam Bandara Kuwait, Aktivitas Penerbangan Sempat Lumpuh

Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan insiden tersebut merupakan sebuah se­rangan teror. Dalam keterangan pers di kediamannya, Hollande mengatakan status tanggap daru­rat yang seharusnya berakhir pada 26 Juli 2016 akan diperpan­jang tiga bulan.

Hollande juga menyatakan Prancis akan mengerahkan sepu­luh ribu kekuatan militernya untuk mengamankan situasi. Hollande berujar, ia akan men­gunjungi Nice, Jumat ini, sebagai bentuk dukungannya terhadap warga di Nice menyusul terjadin­ya insiden pada Kamis kemarin pukul 22.40 waktu Prancis itu.

Otoritas Prancis menetap­kan masa berkabung nasional selama 3 hari usai teror truk yang menewaskan 84 orang. Bendera setengah tiang akan dikibarkan di Prancis selama masa berkabung itu.

Perdana Menteri Prancis, Manuel Valls, seperti dilan­sir AFP, Jumat (15/7/2016), me­nyatakan pengibaran bendera setengah tiang akan dimulai sejak Jumat (15/7) ini hingga tiga depan ke depan. Aturan hukum yang mengatur perluasan wewenang bagi polisi akan dibahas di par­lemen pekan depan. “Waktu berubah, Prancis harus hidup dengan terorisme, dan kita ha­rus menghadapi ini bersama dan menunjukkan ketenangan kita,” ucap PM Valls.

BACA JUGA :  Netanyahu Tegaskan Israel Akan Hentikan Ancaman Iran, Sebut Rezim Teheran Tak Akan Bertahan

“Prancis adalah negara yang hebat dan memiliki demokrasi yang hebat dan kita tidak akan membiarkan negara kita did­estabilisasi,” imbuhnya. “Kita harus membawa bangsa Prancis bersatu. Satu-satunya tanggapan bermartabat (terhadap teror truk) adalah Prancis tetap ber­pegang pada semangat 14 Juli, Prancis yang bersatu dengan nilai-nilanya,” tegas PM Valls..

(Yuska Apitya/net)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================