
Senjata-senjata ditemukan dalam truk yang menabrak keruÂmunan orang itu. Sopir truk dikabarkan mengambil ancang-ancang sebelum menabrak massa dengan kecepatan tinggi. Seorang saksi menyatakan sang sopir meÂlaju pada jarak 4 kilometer.
Truk yang disebutkan berÂjalan zig-zag itu menyibak orang-orang di sepanjang jalan. Si sopir lalu turun dari truk dan menembaki orang sekitarnya. Kementerian Dalam Negeri PranÂcis memastikan sopir truk tewas ditembak polisi.
Akibat kejadian ini, Presiden Prancis Francois Hollande meÂnyatakan negaranya dalam target teroris Islam. Hollande memperÂpanjang masa tanggap darurat di Prancis hingga tiga bulan menÂdatang. Kondisi darurat juga telah diberlakukan Hollande selama delapan bulan pasca-serangan di Paris pada 13 November 2015 yang menewaskan 130 orang.
Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan insiden tersebut merupakan sebuah seÂrangan teror. Dalam keterangan pers di kediamannya, Hollande mengatakan status tanggap daruÂrat yang seharusnya berakhir pada 26 Juli 2016 akan diperpanÂjang tiga bulan.
Hollande juga menyatakan Prancis akan mengerahkan sepuÂluh ribu kekuatan militernya untuk mengamankan situasi. Hollande berujar, ia akan menÂgunjungi Nice, Jumat ini, sebagai bentuk dukungannya terhadap warga di Nice menyusul terjadinÂya insiden pada Kamis kemarin pukul 22.40 waktu Prancis itu.
Otoritas Prancis menetapÂkan masa berkabung nasional selama 3 hari usai teror truk yang menewaskan 84 orang. Bendera setengah tiang akan dikibarkan di Prancis selama masa berkabung itu.
Perdana Menteri Prancis, Manuel Valls, seperti dilanÂsir AFP, Jumat (15/7/2016), meÂnyatakan pengibaran bendera setengah tiang akan dimulai sejak Jumat (15/7) ini hingga tiga depan ke depan. Aturan hukum yang mengatur perluasan wewenang bagi polisi akan dibahas di parÂlemen pekan depan. “Waktu berubah, Prancis harus hidup dengan terorisme, dan kita haÂrus menghadapi ini bersama dan menunjukkan ketenangan kita,†ucap PM Valls.
“Prancis adalah negara yang hebat dan memiliki demokrasi yang hebat dan kita tidak akan membiarkan negara kita didÂestabilisasi,†imbuhnya. “Kita harus membawa bangsa Prancis bersatu. Satu-satunya tanggapan bermartabat (terhadap teror truk) adalah Prancis tetap berÂpegang pada semangat 14 Juli, Prancis yang bersatu dengan nilai-nilanya,†tegas PM Valls..
(Yuska Apitya/net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














