Perempuan Indonesia Gebrak Los Angeles

Ia dilarang keluar rumah ser­ta disiksa secara fisik dan verbal. Gaji sebesar US$150 perbulan yang dijanjikan pun tak pernah sampai ke tangannya. “Ketika akhirnya saya memiliki kebera­nian untuk kabur dari penye­lundup saya, saya menemukan rumah di Koalisi Pemberantas Perbudakan dan Penyelundu­pan Manusia,” tutur Ima.

Setelah mendapatkan dukungan dari koalisi tersebut, Ima mendapatkan kekuatan un­tuk membantu korban-korban penyelundupan dan perbuda­kan modern lainnya dari selu­ruh pelosok negara. Ia pun men­jadi advokat bagi koalisi itu.

BACA JUGA :  Drone Iran Hantam Bandara Kuwait, Aktivitas Penerbangan Sempat Lumpuh

Sejak menjadi advokat, Ima melihat begitu banyaknya kasus penyelundupan manusia di AS. Namun, Ima menyadari bahwa jauh sebelum ia terjun ke du­nia advokasi, Clinton sudah lebih dulu berjuang untuk mengha­puskan perbudakan modern. “Sebelum penyelundupan ma­nusia menjadi sorotan. Sebelum ada hukum untuk mengidenti­fikasi dan melindungi korban, bahkan sebelum saya kabur dari penyelundup saya, Hillary Clin­ton berjuang untuk mengakhiri perbudakan modern,” tutur Ima.

BACA JUGA :  Korea Utara Pamer Fasilitas Uranium Baru, Kim Jong Un Pertegas Ambisi Perkuat Senjata Nuklir

Senada dengan Ima, seorang senator dari Minnesota, Amy Klobuchar, juga menjabarkan bahwa Clinton memang meru­pakan sosok yang sangat memer­hatikan masalah penyelundupan manusia. (Yuska Apitya/net)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================