Siaga Pasar Bebas Dunia

HUT-PD-PPJBOGOR TODAY – Mengadapi persaingan Masyarakat Eko­nomi Asean (MEA) tentu tidak terlepas dari perbandingan antara pasar modern dengan pasar tradisional. Dalam Hari Ulang Tahun (HUT) PD PPJ yang ke- 7 di Kota Bogor tentu tidak terlepas dari evaluasi pe­rusahaan yang harus memutar otak dalam menghadapi per­saingan pasar bebas ini. Ap strategi yang akan dilakukan perusahaan pelat merah di Kota Bogor tersebut?

“Kami tidak melihat ke­beradaan pasar modern seb­agai pesaing atau seperti apa, namun kami PD PPJ punya ke­inginanan agar pasar tradision­al di Kota Bogor menjadi pasar yang bersih dan nyaman,” kata Direktur Umum (Dirum) PD PPJ Deni S. Harumantaka seusai acara harlah PD PPJ ke-7 di ge­dung PPIB, Kamis (28/7/2016).

BACA JUGA :  HJB Run 2026 Meriah! 200 Pelari Warnai Peresmian JPO Tegar Beriman di Kabupaten Bogor

Sesuai motto PD PPJ bersih dan nyaman itu, Deni meng­harapkan masyarakat bisa me­lihat dan lebih tertarik untuk datang ke pasar tradisional ketimbang ke pasar modern. “Jika dilihat dari segi harga, pas­ar tradisional kan lebih murah, dan alasan lainnya pasar tradis­ional memiliki pangsa pasar tersendiri sehingga keberlang­sungan usaha tetap akan terus berjalan,” ungkapnya.

Dari 12 pasar tradisional di Kota Bogor yang dikelola oleh PD PPJ, Deni mengatakan, un­tuk peningkatan pelayanan terutama gedung pasar, pada tahun ini pihaknya merevital­isasi 3 gedung pasar. Antara lain, Pasar Bogor, Pasar Wa­rung Jambu dan Blok F Pasar Kebon Kembang.

BACA JUGA :  Korsleting Listrik Lumat Rumah di Desa Pasarean Bogor

Sementara di soal kontri­busi PD PPJ terhadap Pemerin­tah Kota (Pemkot) Bogor, Deni mengaku bahwa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini tahun 2015 mampu berkontribusi dan mungkin merupakan paling be­sar sepanjang perusahaan ini berdiri. “Untuk tahun 2015 kon­tribusi PD PPJ untuk pendapa­tan asli daerah (PAD) mencapai sekitar 1 miliar lebih,” akunya.

Ia lanjut mengatakan, strate­gi kedepan untuk peningkatan PAD yang bersumber dari laba, PD PPJ akan mengoptimasi potensi pendapatan yang ada di pasar. Semisal, sewa kios/ los, kebersihan, parkir, ser­vice charge, dan lainnya. “Jadi ketika potensi pendapatan ini optimal, otomatis pendapatan akan naik juga,” tandas Deni. (Abdul Kadir Basalamah)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================