
“Anggaran tidak bisa ditamÂbah, karena dibatasi. Mudah-mudahan tahun depan bisa terpenuhi. Tahun sekarang seadanya saja†jelasnya.
Ritta menyatakan, ada 312 dari 390 PAUD yang memiliki NPSN sehingga dinyatakan memenuhi persyaratan. UmÂumnya yang tidak lolos akibat tidak masuk dapodik karena tidak memiliki izin, sesuai dengan juknis.
“Ada sekitar 50 PAUD yang belum mengantongi izin, keÂmentrian yang memberikan NPSN kami hanya mengambil data dari dapodik. SemenÂtara yang bisa masuk dapodik harus memiliki NPSN,†jelasnÂya.
Ritta mengungkapkan, uang sebesar Rp600 ribu diÂgunakan untuk pembelajaÂran utama, penunjang, dan lain-lain. Pembelajaran utama adminitrasi, pembelajaran, pengadaan buku, deteksi dini tumbuh kembang anak, pemberian makan tambahan, membeli ATK, pemeliharaan gedung, dan lainnya.
Sementara itu, Kasi PAUD Disdik Kota Bogor Tuti Eryani mengatakan, program akan dievaluasi Kementrian PendidÂikan Nasional dan Inspektorat Kota Bogor. “Penggunaan sesuai RAB yang mereka suÂsun masing-masing. Akhir taÂhun dan laporan bulanannya, progresnya dipantau dan tidak boleh diambil sekaligus,†tunÂtasnya. (Yuska Apitya/ib)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















