11.744 Jamaan Haji Tiba di Madinah

Khusus untuk momen Armina, ja­maah akan mendapat tiga kali makan dan air minum. Selain itu, jamaah juga akan mendapat snack yang dibungkus dalam kemasan plastik. Untuk di Jed­dah, makanan akan diberikan saat kedatangan di dalam bus sebelum be­rangkat ke Makkah dan saat kepulan­gan di plaza bandara. Menu makanan tersebut terdiri dari nasi, lauk dua ma­cam, sayur, buah dan air mineral.

Untuk di Madinah, makanan ter­diri dari nasi lauk (siang dua macan, malam satu macam), sayur, buah, air mineral, snack pagi dan paket keleng­kapan konsumsi.

Makan akan didistribusikan mu­lai pukul 11.00 sampai pukul 14.30 waktu Arab Saudi untuk makan siang, dan makan malam pukul 18.00 wak­tu Arab Saudi sampai dengan 21.30 waktu Arab Saudi. Snack pagi akan didistribusikan bersamaan dengan makan malam. Terakhir, untuk di Makkah, menu makanan terdiri dari nasi, lauk dua macam, sayur, buah dan air mineral. Frekuensinya diberi­kan maksimal 24 kali makan selama 12 hari mulai kedatangan sampai dengan selesai wukuf. Jadwal distribusinya pukul 08.00 sampai dengan 11.00 waktu Arab Saudi untuk makan siang dan pukul 16.30 sampai dengan pukul 21.00 waktu Arab Saudi untuk makan malam. Ada beberapa hal yang perlu di­perhatikan para calon jamaah salah satunya soal barang bawaan.

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Hibahkan Tanah ke Paspampres, Langkah Nyata Dukung Kesejahteraan Prajurit Pengawal Presiden

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag Ahda Barori men­gatakan jamaah hanya dibolehkan membawa 1 buah koper dengan berat maksimal 32 kilogram. Koper itu akan masuk bagasi pesawat. “Jamaah harus menandatangani surat pernyataan barang bawaan sebelum berangkat ke embarkasi atau pada saat pelaksanaan di KUA kabupaten/kota,” kata Ahda, Kamis (11/8/2016).

Selain itu, saat pulang nanti ja­maah hanya dibolehkan membawa pulang 5 liter air zam-zam. Bila barang bawaan melebihi kapasitan maka di­anjurkan untuk mengirimkan melalui kargo. “Bagi jamaah yang membawa barang melebihi ketentuan, tidak menjadi tanggung jawab pemerintah dan pihak penerbangan. Diharap agar dikirim melalui kargo,” ucap Ahda.

BACA JUGA :  Rusia Pertimbangkan Bebas Visa untuk WNI, Peluang Baru bagi Wisatawan Indonesia

Selain barang bawaan, Ahda juga menjelaskan soal perlindungan yang akan diberikan kepada para jamaah. Setiap jamaah akan mendapat asuran­si jiwa dan cacat tetap yang preminya dibayarkan dari dana optimalisasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). “Masa berlaku asuransi sejak jamaah keluar rumah sampai dengan sebelum masuk ke rumah masing-ma­sing (saat pulang haji),” katanya.

Bagi jamaah yang meninggal di pe­sawat akan diberikan ekstra pengganti dari pihak penerbangan sebesar Rp 100 juta. Sementara untuk keamanan jamaah selama menjalankan ibadah haji, pemerintah menyewa pemondo­kan di Makkah dan Madinah yang me­miliki safety box. Selain itu ada juga petugas kemanan dari unsur TNI-Pol­ri, Kemenag, Kemenkes dan instansi terkait yang tergabung dalam Panita Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

(Yuska Apitya Aji)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================