
Soal pemasaran, sebagai pelaku bisnis e-commerce, dirinya lebÂih mengandalkan promosi dari instagram,news letter, sampai video hijup yang rupanya cukup populer di Youtube.
Usahanya tak selamanya mulus. Sejak 2011 membangun bisnis samÂpai setahun setelahnya, Hijup bisa dikatakan jalan di tempat. PenjuaÂlan masih stagnan dan tak banyak tumbuh, hingga akhirnya Ajeng cuti dari Hijup karena hamil anak perÂtama.
“Titik baliknya akhirnya bisa sebesar saat ini malah terjadi saat cuti hamil. Di situ ternyata saya punÂya banyak waktu untuk memikirkan apa-apa yang kurang. Dan ternyata kuncinya hanya 3 yaitu rekrut orang terbaik, pengelolaan keuangan di bank, dan desain,†ujar Ajeng.
Soal kiat berbisnis membangun perusahaan startup, modal utaÂmanya adalah melihat minat dari diri sendiri.
“Kalau Anda suka masak, bisnis masak, apa pun itu tinggal dijalankÂan. Apalagi sekarang eranya perÂsaingan bebas, jangan sampai kita hanya jadi penonton saja,†ungkap wanita kelahiran Bekasi, 30 tahun silam ini.
Kendati demikian, Ajeng enggan mengungkapkan berapa omzet penÂjualan dari Hijup. Produknya tak hanya beredar di Indonesia, namun juga laris manis hingga ke berbagai negara seperti India, Malaysia, SinÂgapura, Amerika Serikat (AS), dan Inggris.(Yuska Apitya/dtk)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















