Adapun Organisasi Wartawan Palestina (PJF) menyatakan bahwa penghapusan nama Palestina dari peta Google merupakan upaya Tel Aviv untuk membangun paradigma generasi mendatang bahwa Israel merupakan negara yang sah dan melenyapkan Palestina untuk selamanya. PJF juga mengklaim tindakan itu sebagai upaya mendisÂtorsi sejarah dan geografi serta hak rakyat Palestina atas tanah air mereka sendiri.
Untuk itu, PJF menuntut Google segera mengembalikan Palestina dalam Google Maps. Sebab, langÂkah menghilangkan Palestina dari aplikasi peta dianggap bertentanÂgan dengan semua norma dan konvensi internasional.
Palestina adalah negara berdaulat de jure di Timur Tengah yang diakui 136 negara anggota PBB dan sejak 2012 memiliki status negÂara pengamat non-anggota. Dengan beribu kota di Ramallah, Palestina saat ini dipimpin Mahmoud Abbas.
Ini bukan pertama kalinya Google terkait dengan wilayah sengketa. Sebelumnya, pada 2014, pengguna Google Maps di Rusia mendapati garis batas yang solid di seluruh Rusia dan Crimea. Di luar Rusia, Crimea dikelilingi garis putus-putus, menunjukkan sebagai wilayah yang diduduki.
(Yuska Apitya/net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














