whatsapp-image-2016-10-12-at-18-28-372Usaha ini berdiri karena ketidak sengajaan Annisa dulu. Saat dimana sulitnya mencari makanan ringan yang sehat dan bergizi untuk ketiga anaknya: Ali Sahad Kalaren Pramesti, Malik Rayinda Kresnan Pramesti, dan Keanu Sultan Yusuf Pramesti, tercetuslah ide untuk membuat usaha makanan ringan yang sehat dan bergizi. Karena masa kecilnya yang sangat mengagumi monster cookies sesams street, masih terbayang oleh Annisa, dimana moster cookies tersebut banyak mengabiskan cookie. Di buatlah bentuknya menjadi  moster cookies dengan nama Mookies Twinnies, berbagai macam varian rasa seperti coklat, pisang, green tea, original dan masih banyak lagi,” kata Annisa kepada Bogor Today.

Baca Juga :  Penyelundupan 115 Kilogram Sabu di Palembang Digagalkan BNN Sumsel

Dengan penghasilan perbulan Rp 70.000.000, sangat yakin bahwa usaha makanan ringan sehat dan bergizinya ini “mookies twinniesn” akan selalu bertahan di pasaran yang sudah sangat canggih dan begitu hebat. “Selagi masih ada sistem ATM yaitu amati tiru modifikasi semua tergantung bagaimana kuatnya perusahaan lawan dan seberapa kuat juga kita untuk terus membuat inovasi baru agar produk kita terus bertahan di pasaran,” ungkapnya.

Mookies Twinnies, usaha yang digeluti Annisa  baru berjalan satu tahun, akan tetapi penjualan sudah tersebar di berbagai toko besar  yakni Rumah Vaksin (all store), Mom n Jo (all store), Giant Supermarket, My Baby Shop, Tiara Baby Shop, Serta Oleh-oleh, Pastel Mungil, Kokarga, Koapgi. Annisa sangat bersyukur dan berharap akan menjadi sebuah inspirasi untuk masyarakat lain dalam memilih usaha atau menjalankan usahanya.

Baca Juga :  Resep Masakan Semur Tahu ala Korea

Ibu full time keturunan Tionghoa ini sangat tegas dalam menegur karyawanya yang salah dan selalu menghargai kerja keras dengan memberikan penghargaan serta memperhatikannya dengan memberi jaminan kesehatan premium. Meskipun tak memiliki basic di bidang bisnis atau usaha, Annisa yakin kesuksesannya memiliki usaha yang besar dan maju itu diturunkan oleh kakenya, yang pernah berjaya berdagang emas di Pasar Anyar, Kota Bogor. (Tri Sumantri Maha Putra)