4MEMPERHATINKAN hasil inovasi teknologi pangan penyehat tubuh, berupa Minuman Relaksasi yang pertama di dunia, PalaBoo®+madu, memang prospektif, sehingga perlu dikembangkan lebih besar dan lebih maju. Setidaknya ini menurut pandangan Prof. Mohamad Nasir, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) setelah mengunjungi ruang inkubator PalaBoo®+madu  di TBIC-Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan.

Ini mengingat manfaatnya yang begitu besar dalam menolong orang-orang yang susah tidur. Apalagi, di Indonesia tercatat sudah sebanyak 28 juta jiwa yang sedang menderita insomnia atau penyakit susah tidur. Pola penyembuhan yang cocok memang bukan dengan produk kimiawi, namun diperkirakan lebih tepat seperti PalaBoo®+madu ini. ‘’Baiknya ini dikembangkan lebih baik,’’ tegas Mohamad Nasir.

Baca Juga :  Melihat Dari Dekat GOM Manunggal

Ketegasan Mohamad Nasir itu sangat beralasan, karena permintaan pasar PalaBoo®+madu  cukup besar, namun penyediaan produk masih terkendala belum masuk skala industri. Ini sebabnya, Mohamad Nasir menjanjikan bantuan sekitar Rp 250 juta untuk pengembangan industri PalaBoo®+madu. Pernyataan itu diungkapkan ketika Mohamad Nasir meresmikan Zona Bisnis Teknologi, disaksikan Walikota Tangerang Selatan Ny. Airin Rachmi Diany, S.H., M.Kn., M.H dan Kepala Puspiptek Serpong Dr. Ir. Sri Setiawati, M.A.

Baca Juga :  Resep Membuat Jamu Beras Kencur, Bisa Tambah Imunitas Tubuh

Pada kunjungan Jumat, 4 Maret 2016 itu Menristekdikti mengucapkan janjinya untuk menggelontor bantuan Rp 250 juta kepada Arif Novantadi, innovator teknologi pangan penyehat tubuh PalaBoo®+madu. Namun hingga medio Oktober ini janji tersebut belum terwujud. Bahkan, langkah realisasi pun tersendat karena kendala manajemen di Kementerian. Dalam beberapa kali komunikasi dengan para pengelola di Kementerian, akhirnya masih belum juga ditemukan solusinya. Entah sampai kapan?

Pemberitaan saat kunjungan tersebut antara lain dilansir melalui http: // www.kabar6.com / aneka / bisnis/19347-menristekdikti-resmikan-zona-bisnis-teknologi-di-puspiptek-serpong. (***)