KEMANG, TODAY – Minimnya sarana irigasi yang ada di Kampung Pabuaran Pondok RT 02/08, Desa Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor membuat petani sayuran  merugi. Sebab irigrasi di wilayah tersebut mengalami pendangkalan, lahan yang digarap sulit mendapatkan air, akibatnya hasil panen petani susut dan petani pun merugi.

Dadang, petani mentimun mengatakan, sekitar 28 – 32 hektar sawah di blok ini mengalami kesulitan air. Selain ditanami sayuran sebagian petani yang ada juga menanam padi, bahkan untuk tahun ini mentimun di blok tersebut mengalami gagal tanam karena kurang air.

Baca Juga :  Siap Sukseskan Pemilu 2024, 1.300 Petugas PPS Dilantik Mulai Laksanakan Tugas

Untuk mentimun sendiri tahun ini panenya mengalami penyusutan. Baik, kacang panjang dan paria saat ini para petani mengaku lebih besar modal dari pada hasil panen, biasanya persatu petak bisa mencapai delapan kuintal-satu ton sekarang paling lima-kuintal kalau dihitung dengan angka ditambah kuwalitasnya juga kurang memuaskan.

Baca Juga :  Ketatkan Pengawasan, Untuk Ciptakan Pengelolaan Keuangan Daerah yang Bersih dan Transparan

“Dari dulu kami berharap saluran irigasi, sebab kalau sumber airnya sudah ada di daerah hulu. Hanya saja tidak ada saluran irigasi sehingga air yang dari hulu tidak sampai mengalir ke hilir. Segini belum musim kemarau Maka wajar para petani kekurangan air,” kata Dadang.