gedung-bri

 JAKARTA, TODAY—Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang kembali melonggarkan aturan uang muka (Loan to Value/LTV) bagi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mulai membantu mendongkrak angka penyaluran kredit perbankan. Hal ini juga dirasakan oleh salah satu bank pelat merah, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero).

“Memang sudah mulai terasa dampaknya, di akhir tahun penyaluran KPR sudah agak meningkat,” ujar Direktur Konsumer BRI Sis Apik Wijayanto kepada CNNIndonesia.com, Rabu (4/1).

Per kuartal III 2016, BRI berhasil menyalurkan KPR hingga Rp17 triliun. Dampak kebijakan LTV tersebut diharapkan manajemen BRI mampu membawa nilai KPR-nya tumbuh dua digit seperti tahun 2015 lalu.

Baca Juga :  Rumah Warga Lampung Utara Dirampok 4 Kawanan Bersenjata Api

Sementara itu, Direktur Konsumer PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Anggoro Eko Cahyo mengatakan, dengan pelonggaran LTV kemarin BNI mengincar pembiayaan KPR di atas nilai Rp1 miliar. Ia menilai, ada peluang pertumbuhan tinggi di segmen tersebut pada tahun ini.

Kendati demikian, BNI masih tetap memacu pertumbuhan KPR dengan harga rumah Rp400 juta hingga Rp600 juta karena pangsa pasarnya paling besar. Tahun ini, BNI memasang target pertumbuhan KPR sebesar 10-11 persen.

Baca Juga :  Pamit Ambil Ijazah di Pekanbaru, Gadis asal Sumbar Dilaporkan Hilang

Berdasarkan data bank sentral, per November tahun lalu posisi kredit properti tercatat sebesar Rp697,1 triliun atau tumbuh sebesar 13,4 persen (year on year/yoy). Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 12,8 persen yoy.