foto-berita-2-ilustrasi

CIBINONG, Today – Perubahan susunan organisasi dan tata kerja (SOTK) dilingkup Pemerintaha Kabupaten (Pemkab) Bogor, menghasilkan beberapa kantor dinas baru, salah satunya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Hendra Budiman mengatakan, hadirnya dinas tenaga kerja harus mampu menekan angka pengangguran di Kabupaten Bogor. “Karena Dinosnakertrans sudah pecah manjadi dua, tentunaya meraka bisa lebih fokus dalam bekerja, salah satunya mengatasi masalah penganguran,” kata Hendra, Rabu (4/1/2017).

Baca Juga :  Siap Sukseskan Pemilu 2024, 1.300 Petugas PPS Dilantik Mulai Laksanakan Tugas

Saat ini, Dinsosnakertans dibelah menjadi dua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yaitu, Dinas Sosial serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Hendra meminta dinas baru itu bisa memberika solusi persoalan penganguran yang jumlahnya mencapai 177.222 orang pada 2016 lalu. “Jangan sampai pada 2017 nanti jumlah pengangur di Kabupaten Bogor malah makin bertambah,” singgungnya.

Di Bumi Tegar Beriman keberadaan pabrik jumlahnya cukup banyak. Mulai dari Kecamatan Citeureup, Gunungputri, Kelapanunggal, Cileungsi dan kecamatan lainnya di Kabupaten Bogor. “Jangan sampai penduduk asli Kabupaten Bogor tidak mendapat pekerjaan,” tegasnya.

Baca Juga :  Ciptakan Kedaulatan Pangan Untuk Antisipasi Tantangan Global

Berita sebelumnya, saat Yos Sudrajat masih menjabat Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Bogor bahwa, angka pengangguran di Kabupaten Bogor masih tinggi. Data terakhir yang dimiliki Dinsosnakertrans, jumlah penganguran di Kabupaten Bogor mencapai 177.222 orang. “Jumlah ini termasuk warga yang baru lulus dan tidak melanjutkan sekolah,” singkat Yos. (Iman R Hakim)