Cawapres nomor urut 2 Jusuf Kalla menjelaskan visi misinya saat menjadi pembicara pada diskusi terbuka bertajuk Membedah Visi-Misi, Program Utama dalam Rangka Mensejahterakan Rakyat dalam Waktu Singkat Pasangan Capres Cawapres Jokowi-JK di Bogor, Jabar, Sabtu (28/6). Menurut Jusuf Kalla langkah tercepat meningkatkan kesejahteraan rakyat diantaranya melalui sektor pertanian dan industri. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ed/Spt/14
Cawapres nomor urut 2 Jusuf Kalla menjelaskan visi misinya saat menjadi pembicara pada diskusi terbuka bertajuk Membedah Visi-Misi, Program Utama dalam Rangka Mensejahterakan Rakyat dalam Waktu Singkat Pasangan Capres Cawapres Jokowi-JK di Bogor, Jabar, Sabtu (28/6). Menurut Jusuf Kalla langkah tercepat meningkatkan kesejahteraan rakyat diantaranya melalui sektor pertanian dan industri. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ed/Spt/14

JAKARTA TODAY- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengingatkan kepada para pelaku sektor perbankan dan pasar modal agar tidak saling bersaing. Sehingga justru malah membuat kondisi pasar keuangan menjadi lemah.

“Tapi selalu saya katakan bahwa perbankan dengan pasar modal jangan saling bersaing, bisa saling membantu,” ungkapnya saat pertemuan tahunan industri jasa keuangan di Hotel Fairmont, Jakarta, Jumat (13/1/2017). Acara ini dihadiri puluhan bankir dan pelaku pasar modal.

Baca Juga :  Danielle Kena Semprot Netizen, Akibat Ledek Tahun Baru Imlek China

Pasar modal tidak dapat berkembang, karena orang Indonesia merasa dengan membuka deposito di perbankan sudah bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Hasilnya sekarang 60% pasar modal Indonesia dikuasi asing.

“60% pasar modal dikuasai asing. Kalau beruntung, emiten-emiten maka artinya dividennya lari ke luar. Apabila pasar modal kita mayoritas luar, itu akibat kita tak mungkin bersaing. Antara perbankan dan pasar modal sinkron dan sinergi yang baik untuk hindari hal-hal seperti tadi,” jelasnya.

Baca Juga :  SEO yang Baik Harus Berdampak Bagi Bisnis

Dengan hal itu, JK menyatakan bukan berarti perbankan akan lemah. Kondisi perbankan sekarang sudah sehat. Berbeda bila dibandingkan puluhan tahun yang lalu. Di mana ketika adanya liberalisasi, banyak orang berpikir membuat banyak bank maka menguntungkan.