
Terakhir, Rudiantara turut memastikan bahwa di antara korban WannaCry di Indonesia, tak ada nama RS Harapan Kita. Sebelumnya nama RS Harapan Kita sempat disebut sebagai korban WannaCry bersama RS Dharmais. “Saya sudah bicara malam Minggu (13/5) dengan Dirut Harapan Kita lewat telepon langsung dan cek lebih detil bahwa itu (serangan malware WannaCry) tidak ada,” imbuhnya.
Dalam laporan yang ia terima, disebutkan alamat IP yang terpapar oleh WannaCry tidak begitu banyak dibanding negara lain. Tercatat Eropa, terutama Rusia menjadi korban paling parah dari serangan ransomware ini. (Yuska Apitya)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














