Perguruan Tinggi Jangan Terpancing Isu PKI

Nasir menganggap adanya pro-kontra dalam menilai sebuah peristiwa sejarah adalah suatu kewajaran. Hanya saja penilaian tersebut harusnya tidak disertai dengan tindak kekerasan. “Pro kontra saya rasa normal, tapi yang tidak boleh adalah kekerasan, kekerasan yang tidak boleh,” kata Nasir.

Sebelumnya, Isu komunis yang sudah merebak berujung berakhir ricuh saat terjadi aksi pengepungan di LBH Jakarta. Pengepungan bermula dari beredarnya isu di media sosial yang mengatakan adanya kegiatan PKI di LBH Jakarta. Pada Minggu (17/9), sejak pukul 23.00 WIB, jumlah massa yang berkumpul mengepung LBH semakin banyak.

BACA JUGA :  Kemnaker Catat 23.470 Pekerja Terkena PHK hingga Mei 2026, Lebih Rendah dari Tahun Lalu

Mereka berteriak ‘ganyang PKI’, ‘bubarkan PKI’, dan lainnya sambil menggoyang-goyangkan pagar kantor LBH Jakarta. Sekitar pukul 02.00 WIB, Polisi menembakkan gas air mata dalam jumlah banyak. Massa aksi makin tunggang-langgang, meski ada yang masih berupaya melempar batu. Mereka mayoritas terpukul mundur ke arah RSCM.

BACA JUGA :  Hari Lahir Pancasila, Bupati Bogor Tegaskan Pentingnya Persatuan dan Kebhinekaan

Pada pukul 04.20 WIB, Jalan Diponegoro sudah dibuka kembali. Suasana kondusif. Sebanyak 22 orang diamankan polisi, meski seluruhnya kemudian dilepas. (Iman R Hakim / net)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================