
“Kita lihat bagaimana kesiapan sarana dan prasarananya, kita lihat di daerah-daerah rawan longsor dan banjir apakah sudah siap posko yang kita mobilisasi untuk persiapan lebaran ini,”ujarnya.
Selain sarana dan prasaran, inspeksi juga dilakukan terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang ditugaskan di posko-posko lebaran.
Beberapa waktu lalu, sejak tanggal 1 April 10 Mei 2019 juga telah dilaksanakan kegiatan rampcheck, guna mengecek kesiapan fasilitas Sarana dan Prasarana perkeretaapian serta fasilitas pendukung lainnya yang mengacu pada Standar Pelayanan Minimum guna mewujudkan keselamatan dalam operasional perjalanan KA selama Angleb 2019.
Arus mudik Angkutan Lebaran Tahun 2019 diprediksi mulai tanggal 29 Mei 2019 sampai dengan 4 Juni 2019, dengan prediksi puncak arus mudik pada hari Jumat, 31 Mei 2019. Sementara itu, dia menyebutkan arus balik Angkutan Lebaran Tahun 2019 diprediksi mulai tanggal 7 sampai dengan 13 Juni 2019, dengan prediksi puncak arus balik pada hari Minggu, 9 Juni 2019.
“Bentuk dukungan Pemerintah dalam mensukseskan Penyelenggaran Angkutan Lebaran Tahun 2019 juga dilaksanakan dengan menyelenggarakan program Angkutan Motor Gratis dengan moda KA guna mengurangi beban kepadatan jalan raya, hingga tanggal 24 Mei 2019, tercatat 19.838 pendaftar dari total kuota 18.096,” ujarnya.
Selain itu, juga dilaksanakan monitoring Angkutan Lebaran (streaming CCTV di Daop dan Divre, pemantauan di Pusdalop KA dan KA tracking GPS), serta penyediaan informasi melalui web, booklet, serta pemasangan spanduk keselamatan di perlintasan KA merupakan program-program guna mendukung Angleb 2019. (net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















