
Selama 2019 hingga Juni, kata dia, ada sebanyak kurang dari 20 WNA yang datang menggunakan paspor palsu. Mereka yang melalui Bandara Ngurah Rai sebagian besar dari Iran, Suriah, India, Nigeria.
Berbagai cara digunakan untuk menyimpan paspor. Ada yang menyimpan di dalam celana dalam, ada di balik tas.
Saat mereka berangkat dari negara asal, memang menggunakan paspor asli miliknya. Setelah masuk pesawat, mereka mengeluarkan paspor orang lain.
“Kebanyakan mereka yang transit untuk mencari kehidupan yang layak di negara lain,†ujarnya.
Imigrasi sebagai salah satu komponen yang berada di Bandara Ngurah Rai, kini mulai menerapkan perangkat autogate untuk pemeriksaan keimigrasian. Sebanyak 16 autogate sudah terpasang di Terminal Internatinal Bandara Ngurah Rai. Dari 16 unit tersebut , sebanyak 6 autogate dipasang di Terminal Kedatangan dan 10 lainnya dipasang di Terminal keberangkatan. (net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















