Lantik 1.608 Praja IPDN, Tito : Kalian Sipil Berseragam, Bukan Militer

Lebih lanjut, Tito mengatakan, tindak kekerasan yang dilakukan oleh senior hanyalah didasarkan dendam semata, sehingga tidak boleh ditiru dan dijadikan sebagai tradisi di lingkungan akademik. Dia menegaskan, akan memberi tindakan tegas dan keras apabila menemukan adanya tindak kekerasan.

“Saya akan mengambil tindakan yang sangat keras dan tegas kalau terjadi kekerasan,” tutur dia.

“Kalau saya berikan tindakan-tindakan fisik push up dan squat jump, fine, boleh untuk membentuk disiplin. Tapi tidak berbentuk kekerasan, apalagi berlebihan sampai luka cacat atau meninggal dunia itu pasti kita pidana,” lanjut dia.

BACA JUGA :  Wabup Jaro Ade Apresiasi Bogor Hujan Trail Dorong Sport Tourism dan Penguatan UMKM

Selain tentang tindak kekerasan, Tito juga mengingatkan kepada civitas akademika IPDN agar menerapkan sistem pendidikan yang berubah atau mengikuti perkembangan zaman. Jangan sampai, sistem pendidikan dari tahun ke tahun serupa dan tidak ada perubahan sama sekali.

BACA JUGA :  7 Ciri Seseorang yang Memiliki Kesan Berkelas Tanpa Harus Mewah

“Kemudian kepada para civitas akademika IPDN tolong perbaiki kurikulum sesuaikan kurikulum dengan dinamika kebutuhan yang berkembang dan berubah dari waktu ke waktu. Jangan mengambil kurikulum yang monoton dan itu-itu saja,” tegas dia.

“Saya titipkan putra-putri terbaik bangsa ini untuk dididik, dilatih dan diasuh dengan baik,” ujar dia. (net)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================