BANTUL TODAY – Seorang siswa MTs, R tewas usai berkelahi dengan temannya, M di dalam kelasnya, kemarin. Kepala MTs An-Nur Bantul, Subakir mengungkap bahwa perkelahian itu terjadi diawali dengan candaan antara keduanya.

“Sebenarnya bercanda, gojek seperti itulah, lalu kejadian itu (perkelahian). Dari keterangan saksi-saksi, dia (M) hanya memukul pakai tangan kosong dan sekali saja, lalu (R) jatuh terus muntah, tapi tidak pingsan,” ujar Subakir kepada wartawan, di kantornya, Kampung Ngrukem, Desa Pendowoharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, Selasa (15/10/2019).

Karena R terus mmuntah-muntah, temannya melaporkan kejadian itu kepada wali murid dan dilanjutkan dengan membawa R ke Pondok Pesantren An-Nur. Mengingat kondisi R yang belum membaik, wali murid segera membawanya ke Puskesmas I Sewon.

Tapi sampai Puskesmas katanya (R) sudah ndak ada. Dari Puskesmas menduga meninggalnya pas di perjalanan (ke Puskesmas Sewon I),” ujar Subakir.

Dikutip dari Detik.com, Subakir mengaku belum bisa menentukan langkah selanjutnya terkait peristiwa ini. Namun, ia menyebut bahwa orangtua dari R dan M telah bertemu. Kedua pihak keluarga menyatakan telah ikhlas dan menganggap kejadian ini sebagai musibah.

“Belum bisa mengambil kebijakan, karena dia (M) anak yang baik sekali, dia rajin (salat) jamaah dan selalu paling depan. Dia juga sudah hafal 4 juz, memang anaknya itu (M) lebih kecil dari korban dan pendiam, tapi anaknya itu baik sekali, asli itu dia anak baik-baik,” ucap Subakir.

“Tapi saat saya melayat tadi, bapak korban bersikeras tidak ada masalah, waktu pemakaman bilang sudah ikhlas, ridho, tidak akan mempermasalahkan karena ini murni musibah. Apalagi selama ini anak (M) tercatat belum pernah melukai orang, atau nakal dengan temannya,” sambungnya. (Carfine/net)