
“Awal Desember, masih bisa beli tiket manual. Namun per 1 Januari, baru pembelian tiket hanya bisa lewat online,”Ujar Sarmin.
Sebelumnya disebutkan, wisatawan rombongan sudah diwajibkan membeli tiket online per 1 Desember mendatang. Tetapi untuk wisatawan perorangan tetap melayani pembelian tiket manual. Hanya saja, dalam pembelian tiket manual selama Desember, petugas sekaligus akan mensosialisasikan, perubahan dari tiket manual ke online bagi semua wisatawan.
Seperti yang dikutip dari detikcom, Penerapan tiket online sendiri dilakukan di semua pintu masuk kawasan Bromo mulai dari Malang, Lumajang, Pasuruan, dan Probolinggo. Sekedar informasi, harga tiket masuk Gunung Bromo bagi wisatawan domestik di hari kerja sebesar Rp 29 ribu dan hari libur Rp 34 ribu. Sedangkan tiket wisatawan mancanegara, hari kerja Rp 220 ribu dan hari libur Rp 320 ribu.
Sarmin menjelaskan, target pendapatan Gunung Bromo per tahun sebesar Rp 18 miliar. Dan tahun ini, bisa terlampaui menjadi Rp 20 miliar. Melalui penerapan tiket online di tahun 2020 mendatang, pendapatan Gunung Bromo diperkirakan bisa lebih dari Rp 20 miliar.(Dena/PKL/net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















