
Wurung merupakan bahasa Jawa yang berarti “batal”. Warga meyakini batu-batu itu akan dibuat candi, tapi batal karena suatu hal.
Satu di antaranya seperti yang diceritakan Yusroji (70), sesepuh desa setempat. Menurut Yusroji, bangunan candi batal dibangun karena karena makhluk halus yang bertugas membangunnya tak bisa memenuhi tenggat waktu penyelesaian sebelum mentari terbit.
“Saat matahari terbit bangunan belum selesai dan kemudian ditinggalkan,” kata Yusroji.
Yusroji yang memiliki lahan tepat berbatasan dengan Candi Wurung menyebut lokasi itu sebagai wana sepuh (wana berarti hutan dan sepuh berarti tua). Dirinya mengatakan, warga setempat mengeramatkan Candi Wurung dan kerap menjadi tujuan orang yang ingin mencari jimat.
Selain cerita soal makhluk halus yang gagal membangun candi, berkembang juga cerita di tengah masyarakat yang menyebut lokasi itu merupakan tempat bengkel material yang digunakan untuk membangun Candi Borobudur, dan candi-candi di Dataran Tinggi Dieng. Ada pula yang menyebut, batuan itu akan digunakan sebagai lantai Masjid Demak di era Wali Sanga. seperti yang dikutip Liputan6.com (Viana/pkl/net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















