
Menurut Laptayev, seperti dilansir Tass, spesialis RTI sekarang tengah mengejarkan perangkat lunak radar yang dapat dengan cepat dan efektif akan mengklasifikasikan target dan menyampaikan informasi ini kepada operator.
“Tugas ini akan memakan waktu lebih lama daripada membuat prototipe, karena ini membutuhkan pengumpulan data dan penerapan metode pembelajaran mesin,” ujarnya.
Seperti dikutip dari sindonews, Drone kecil dianggap sebagai ancaman serius karena mereka dapat diketahui oleh radar konvensional, terutama ketika terbang di ketinggian rendah dan kecepatan rendah.
Contohnya adalah pesawat tanpa awak yang dilengkapi dengan bahan peledak, menyerang dua kilang terbesar Saudi Aramco pada 14 September 2019. Ledakan dan kebakaran yang disebabkan oleh serangan tersebut membuat produksi harian Arab saudi turun dari 9,8 juta barel per hari menjadi 4,1 juta barel per hari.(Dena/PKL/Net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














