
Dalam perbaikan tersebut, Atis mengatakan pihaknya membagi kerusakan itu menjadi tiga kategori. Yakni rusak berat, sedang hingga ringan.
Namun untuk perbaikannya, ia menyebut pihaknya masih menunggu kepastian relokasi penduduk terdampak bencana ke lokasi baru. Sebab hal itu juga berpengaruh terhadap rencana relokasi sekolah di tempat baru.
“Ada beberapa. Hampir semua itu bangunan sekolah SD. Beberapa yang harus direlokasi, contohnya ada usulan sekolah yang di Nanggung. Tapi Sukajaya juga ada. Tapi lagi-lagi kita mengikuti rencana relokasi warga terdampak untuk menyesuaikan,” jelas Atis.
Mantan Kabid Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup itu menambahkan, hal itu jadi pertimbangan sekolah yang harus direlokasi, mengikuti atau seperti apa. Sehingga, masih ada kajian teknis termasuk lokasi baru, masuk zona rawan longsor atau tidak.
“Ada yang bakal kita relokasi dan bangun ulang. Kita lihat dulu. Kalau masyarakat direlokasi, sekolah pasti mengikuti. Kan sifatnya pelayanan ya. Sekolah yang direlokasi? Ya belum ketahuan lah. Kita nunggu dulu, berapa warga terdampak yang direlokasi,” tandas Atis. (Firdaus)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================













