
Lanjutnya, pembangunan bandara komersil di Kabupaten Bogor juga akan bersinggungan dengan Bandara Cikembar di Sukabumi yang dimana potensi pengembangan bandara di wilayah sana jauh lebih memberikan jaminan.
“Kalau di Cikembar Sukabumi bisa di bilang ada potensi wisata disana apalagi dekat dengan jalan tol. Nah untuk di Bogor itu mau seperti apa. Karena untuk
membangun pertumbuhan maka harus ada kajian. Nah domain terbesar nya itu nanti dari mana,” tutur Yayat.
Selain itu, ia mengatakan bahwa Pemkab Bogor juga harus memikirkan persoalan biaya membayar tiket jika bandara tersebut komersil. Persoalan tersebut menurutnya juga harus dipertimbangkan. Karena tiketnya akan menjadi tiket khusus
Yayat pun mengaku ada kekhawatiran kegagalan jika Lanud ATS dibangun menjadi bandara komersil. Karena sudah ada contoh kegagalan nyata, yakni Bandara Kertajati, Majalengka yang sepi tak ada pasarnya.
“Untuk membangun bandar itu oke-oke saja. Tidak masalah. Tapi pengelolaannya harus jelas. Mau sama siapa. Lalu prosesnya seperti apa. Anggarannya dari mana. Itu yang harus dipikirkan. Jangan sampai mengulang seperti Bandara Kertajati,” tegas Yayat. (Firdaus)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














