Ketua Dewan Pesimis Kawin Kontrak di Puncak Bisa Hilang

Pelaku berinisial ON alias Mami E, IM alias Mami R, BS, dan K diamankan.
Sedangkan, enam korbannya diantaranya perempuan dewasa berinisial H, Y, W, SN, IA, dan MR.

Kata Rudy, pengungkapan tersebut adalah bukti dimana praktik kawin kontrak masih terjadi. Sehingga, Kabupaten Bogor perlu melakukan investasi sumber daya manusia (SDM) berupa pendidikan karakter sejak usia dini. Agar di masa mendatang, fenomena kawin kontrak akan tergerus dengan sendirinya.

BACA JUGA :  Bahaya Telur Lalat pada Makanan dan Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

“Kita harus investasi SDM, jadi tidak hanya tebang lalu tumbuh lagi, harus diperbaiki sistem pendidikan di kita,” terang politisi Partai Gerindra itu.

Di samping itu, menurutnya diperlukan peran pemerintah untuk membuka lapangan kerja, karena faktor ekonomi disebut-sebut menjadi salah satu alasan maraknya kasus kawin kontrak di Kabupaten Bogor.

BACA JUGA :  Air Shower Mulai Mengecil? Begini Cara Membersihkannya agar Lancar Kembali Tanpa Harus Ganti Baru

“Berarti kan Pemda termasuk saya harus berupaya agar bisa membuka lapangan pekerjaan seluas luasnya. Tapi kita liat juga pelaku kawin kontrak itu apakah warga bogor atau bukan, atau pendatang,” tegas Politisi Gerindra itu. (Firdaus)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================