Corona Tekan PAD Kabupaten Bogor Diangka Terendah Pada Pembuka 2020

CIBINONG TODAY – Dampak dari pandemi Corona Virus Deasese (Covid-19) mengakibatkan puluhan hotel dan restauran serta pariwisata di Kabupaten Bogor tidak beroperasi akibat sepinya kunjungan wisatawan. Hal itu diprediksi akan berdampak pada menurunnya Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menyikapi hal itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor Didi Kurnia menuturkan Bappenda akan mencari potensi tambahan pajak dari sektor lainnya yang tidak terlalu terdampak penyebaran wabah virus corona.

BACA JUGA :  Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini: Jepang, Belanda, dan Australia Berjuang Amankan Tiket 32 Besar

“Kami akan cari solusi agar penurun PAD tidak terlalu drastis dengan memaksimalkan pendapatan pajak dari sektor non hotel dan restaurant, mudah-mudahan penyebaran wabah virus corona ini bisa tuntas dalam waktu dekat,” jelasnya, Jumat (3/4/2020).

Terpisah, wakil Ketua PHRI Kabupaten Bogor, Boboy Ruswanto mencatat sebanyak 73 hotel dan resto di Kabupaten Bogor dinyatakan tutup sementara, sehingga bisnis hotel terjun bebas

BACA JUGA :  Kesempatan Emas untuk Guru Indonesia, Program Pertukaran Pendidikan ke Jepang Dibuka Tahun 2026

“Iya, 73 itu yang sudah menyatakan tutup dari total anggota PHRI 120 yang terdaftar. Walaupun menurut data usaha hotel-resto di Kabupaten Bogor itu, ada sekitar 300 hotel,” Kata Boboy.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================