BOGOR TODAY – Perangkat Desa di Desa Parakan, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor nampaknya belum seirama dengan Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Parakan Wahyudi Hidayat.
Pasalnya, data pengalihan bagi penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa untuk warga terdampak Covid-19 itu berbeda dengan apa yang dimiliki Ketua BPD Desa Parakan, Mulyati.
Berdasarkan data yang dimiliki Mulyati bahwa jumlah warga yang mendapat double bantuan itu ada 4 orang yang kemudian dialihkan kepada warga yang belum sama sekali mendapat bantuan. Sedangkan, Pjs Kades Parakan Wahyudi menyebut ada 3 orang. Padahal, data yang dimiliki keduanya berdasarkan hasil keputusan bersama melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang digelar di Kantor Desa Parakan.
Menurut Mulyati, pengalihan BLT tersebut lantaran ke 4 orang ini mendapat double bantuan yakni bantuan dari BLT yang bersumber dari dana desa dan juga bantuan dari pusat. Sehingga melalui Musdesus tersebut pihaknya bermusyawarah dengan perangkat desa termasuk dengan Pjs Kades Parakan.
“Setelah dievaluasi, BLT dari Dana Desa untuk penangan covid ini ada 4 orang yang double menerima bantuan, yaitu bantuan dari pemerintah pusat (banpres) dan juga BLT. Otomotis kita alihkan menjadi satu, dan setelah dialihkan kita isi kekosongan itu kepada 4 warga yang sama sekali belum mendapat bantuan, pengalihan itu pun sudah diputuskan bersama,” kata Mulyati kepada Bogor Today.
Data yang dimiliki BPD itu pun tertulis nama-nama pengalihan BLT ke Banpres, di antaranya Tutih warga RT01, RW06 sebagai pengganti Rohaya warga RT01, RW06. Kemudian, Ocih warga RT03 RW02 sebagai pengganti Syahroni warga RT03 RW02. Di urutan ke tiga ada nama Ahmad Sobari warga RT02 RW08 sebagai pengganti Kusnadi warga RT02 RW08, kemudian diurutan terakhir atau ke empat yaitu Yoyong RT01 RW04 sebagai pengganti Ridwan warga RT01 RW04.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
======================================
====================================