BOGOR TODAY – Puncak Bogor mulai ramai dikunjungi wisatawan dari luar Bogor, meski PSBB proporsional masih berlaku. Ramainya wisatawan dimanfaatkan penduduk lokal untuk menjajakan dagangannya berharap mendapatkan rupiah demi menyambung hidup keluarga dan biaya sekolah demi masa depan anak-anaknya. Namun, keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Puncak Bogor, seolah-olah bakal menimbulkan masalah besar mengingat Pandemi Covid-19 masih menghantui masyarakat Indonesia khususnya warga Bogor. Alasan demi menekan kerumunan wisatawan di akhir pekan, Satpol PP Kabupaten Bogor menertibkan sejumlah PKL yang ada di pinggir kawasan Puncak pada Selasa (14/7/2020).
Namun, upaya penertiban berakhir ricuh. Para petugas empat diadang oleh para PKL yang menolak ditertibkan karena hanya itu satu-satunya sumber pencaharian mereka. “Jangan tertibkan dagangan saya, kalau begini anak saya mau makan apa ya ya Allah,” kata seorang ibu pedagang warung kelontong yang menangis, saat dagangannya diobrak-abrik pasukan penegak perda dengan penuh arogansi. Selain itu, seorang pedagang warung kopi berusaha melawan petugas. Bahkan ada pedagang yang nekat memecahkan etalase gerobaknya hingga menyebabkan tangganya sobek. Pedagang lain berusaha menolong namun lelaki itu pingsan. Sementara seorang anak terlihat berteriak histeris melihat aksi nekat itu. “Ya Allah tolong bagaimana ini bawa ke rumah sakit ya Allah,” kata perempuan yang merupakan istrinya.
Baca Juga :  Resep Bumbu Oles Ikan Bakar, Mudah Dibuat tapi Gurih dan Manis