Berita kedua, Tuman! Anies dan Buzzer Pemprov Banggakan Penghargaan dari Lembaga Abal-abal, yang viral di media. Dia mendapatkan penghargaan transportasi dari TUMI. Tidak dijelaskan dengan detail soal apa itu TUMI. Semua media yang penting mengabarkan bahwa Anies dapat penghargaan dunia.

Hasil cek dan ricek dari para netizen mengenai TUMI yang memberikan penghargaan transportasi ke si pemimpin rasisme itu, diduga merupakan berita untuk menutup-nutupi kasus yang sekarang sedang mencuat, yakni dana Formula E yang mendadak hilang.

TUMI adalah lembaga lokal di Jerman, mereka ini memiliki tugas memberikan pelatihan dan konsultasi tentang transportasi, dengan mobilitas warga di perkotaan. Maklum, karena kopit, TUMI ini sepi.

BACA JUGA :  Ruben Onsu Ungkap Alasan Hentikan Nafkah untuk Sarwendah Selama 6 Bulan

Sehingga TUMI yang sedang kesepian ini mencoba mencari berbagai cara untuk diperhatikan oleh dunia. Salah satunya dengan cara memberikan penghargaan kepada Jakarta. TUMI bisa men-screening kota mana yang pemimpinnya gampang “dibeli”. Jakarta masuk.

Akunnya di Twitter, tidak centang biru. Artinya tidak terverifikasi. Followernya hanya belasan ribu. Kemungkinan besar, sebelum kadrun follow ramai-ramai memfollow akun TUMI, paling saya tebak hanya ribuan.

Coba pembaca yang budiman, silahkan disimak lagi, banyak ujaran kebencian pada berita kedua. Yaitu terdapat kata-kata: Lembaga Abal-abal, kadrun. Ini semua adalah kata-kata yang tidak sopan.
Bahkan selain ujaran kebencian terdapat fitnah, yaitu: si pemimpin rasisme, Buzzer Pemprov, untuk menutup-nutupi kasus yang sekarang sedang mencuat, yakni dana Formula E yang mendadak hilang, pemimpinnya gampang “dibeli”.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Kota Bogor Jadi Khotib Idul Adha 1447 H, Ajak Jamaah Teladani Nabi Ibrahim AS

Apakah benar hal ini? Apakah sudah cek and ricek? Apakah sudah konfirmasi? Apakah sudah tabayun? Apakah dapat informasi sumber yang layak dipercaya, valid serta kompenten? Jika tidak adalah fitnah jadinya.

Inilah akhir jaman banyak fitnah, segala cara dilakukan. Mengapa orang berani membuat fitnah, karena ada rasa kebencian, yaitu tidak suka melihat orang bahagia (sukses), dan senang jika melihat orang kena musibah (menderita). Jayalah Indonesiaku. (*)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================