
Sementara itu, Ketua RW 05 Ismet Oyo menuturkan, bencana longsor ini terjadi sejak bulan Februari 2021 lalu. Menurutnya, longsoran tersebut terjadi lantaran pondasi atau tembok penahan tanah (TPT) sudah tidak kuat lagi, dan ditambah pula tanah di sekitar kondisinya labil. Bukan itu saja, rumah warga di sepanjang aliran sungai menjadi salah satu faktor, sebab air yang mengalir di kali Cibalok ini mengalirnya tidak efektif.
“Sebetulnya sungai Cibalok ini cukup besar, tapi karena ada rumah warga yang lokasinya di bawah jadi sempit. Akibatnya ketika hujan turun, airnya itu tumpah ke tembok yang longsor itu,” ungkapnya.
Lanjut dia, longsor di wilayahnya itu ketinggiannya sekitar 10 meter. Sedangkan, tanah yang tergerus lebarnya mencapai kurang lebih 5 meter. “Lokasi longsorannya itu berada diatas warung bakso, beruntung waktu kejadian tidak ada korban dan kini kios basonya dikosongkan sementara,” katanya.
Dia berharap, pemerintah segera memperbaiki tanah longsor ini. “Sebetulnya ini sudah kita ajukan tiga kali lewat musrenbang, tapi karena ini kewenangannya ada di propinsi jadi prosesnya agak lama. Yang jelas kami di sini inginnya cepat diperbaiki ya,” pungkasnya. (Heri)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














