Dia melanjutkan, bahwa wisma tersebut belum beroperasi karena masih tahap pembangunan dan itupun baru 80 persen, sehingga proses masih terus berjalan.

“Ada wisma ini kan untuk warga juga, karena dimasa pandemi ini banyak warga yang dirumahkan, jadi kita membuka peluang kerja. Kemudian tanggal 22 Februari lalu, kita juga sudah menginterview sebanyak 50 orang,” akunya.

Masih kata Endang, pihaknya juga akan membuka peluang kerja bagi warga sekitar sebanyak 40 persen. “Saya itu rencana yang berkerja di wisma sebanyak 14 orang, sementara untuk warga sekitar ada 6 orang. Jadi kalau dihitung-hitung itu sudah lebih 40 persen dari 14 orang,” ujarnya.

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Siapkan Mural Bergambar Pahlawan Nasional di Jalur Jayanti–Bojong Koneng

Ditempat yang sama, Lurah Bondongan Dony Aprianto meminta kepada pihak Wisma untuk melakukan komunikasi dan koordinasi secara intens dengan warga sekitar, kemudian perlu memperhatikan juga dampak sosialnya.

Bukan itu saja, dirinya pun meminta untuk memperketat tamu yang nantinya akan menginap di wisma tersebut, misalnya memeriksa administrasi atau KTP-nya apakah suami istri dan lain sebagainya.

BACA JUGA :  Toyota Fortuner Seruduk Warung di Kemang, Pengendara Motor Tewas

“Kedepannya saya minta untuk komunikasi lebih intens lagi di wilayah, pengelola wisma dengan warga. Kalau kami pihak kelurahan sifatnya memfasilitasi atau memediasi, kalo misalkan sampai ke dalam-dalamnya silahkan mereka komunikasi,” katanya. (Heri)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================