Dengan demikian, Lilis yang berencana akan pulang kampung terpaksa membatalkannya lantaran tidak adanya bus menuju kampung halamannya.

Sementara Bambang, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Terminal Pasirhayam Cilaku, mengatakan, pihaknya telah mengetahui akan ada aksi dari sejumlah pengemudi bus jurusan Cianjur selatan pada malam hari.

“Kebanyakan informasi yang datang masih simpang siur dan tidak jelas. Semalam sekitar pukul 21.00 Wib ada informasi lewat WhatsApp, akan ada aksi mogok tapi informasinya masih diragukan kebenarannya,” terangnya.

BACA JUGA :  Kanker Payudara pada Pria: Jarang, tapi Nyata dan Sama Berbahayanya

Baca Juga : Perlintasan Tanpa Palang Pintu di Bogor Nyaris Telan Korban

Menurut Bambang, pihaknya mengaku telah berusaha menyelesaikan persoalan tersebut dengan menyarankan perbaikan fasilitas dan pelayanan bagi sopir elf trayek Cianjur selatan.

Selain itu, kata dia terdapat kriteria sendiri bagi kendaraan agar mampu membawa penumpang seperti angkutan umum.

BACA JUGA :  Jalan Raya Lenteng Agung Ambles, Dinas SDA DKI Sebut Dipicu Saluran Penghubung Lama

“Jadi tidak bisa dikatakan bodong, bisa saja sopir itu menyewa atau rental dan kami tidak bisa menindak. Tetapi kalau kendaraan tersebut tidak punya izin operasi, akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku dalam Undang-Undang,” pungkasnya. (afs/sis/B. Supriyadi)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================