MOJOKERTO TODAY – Danang Marko (17) pemuda asal Mojokerto, Jawa Timur terpaksa harus mendekam di balik jeruji besi Polres Mojokerto untuk mempertangungjawabkan perbutaannya lantaran menganiaya orang tua serta adiknya dengan menggunakan sebuah martil. Akibatnya, para korban mengalami luka parah di bagian kepala.

Baca juga : Pelancong Arah Puncak Dicegat Satpol PP

Kepada polisi, Danang menceritakan bahwa aksinya tersebut telah direncanakan. Ia beralasan, kesal karena kerap tak pernah diberikan uang oleh orang tuanya.

Dikutip dari indozone.id, Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander menyebut aksi yang dilakukan Danang dipicu lantaran merasa dibeda-bedakan dengan sang adik. Danang kerap meminta sejumlah uang, namun tak pernah diberi. Akan tetapi bila adiknya meminta sang ayah langsung memberikan.

“Jadi, selain tak pernah diberikan uang, Danang juga kerap dibanding-bandingkan dengan anak tetangganya oleh kedua orang tuanya,” ujar Dony, Jumat (2/4/2021).

Baca juga : Infrastruktur Jalan di Tamansari Rusak Parah, Kades Minta Segera Diperbaiki

Peristiwa mengenaskan itu, lanjut Dony diketahui oleh tetangga yang mendengar jeritan minta tolong dari rumah mereka. Namun sebelum para warga tiba di lokasi, Danang sudah terlebih dahulu pergi ke sebuah acara di Solo, meninggalkan para korban dengan kondisi bersimbah darah.

“Kejadiannya pada Rabu (31/3/2021) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu Danang baru pulang setelah nongkrong,” ucap Dony

Selanjutnya para warga yang tiba di lokasi kejadian langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Mereka adalah ayahnya, Sugianto, (52) Ibunya, Tatik, (40) dan adiknya, Dayung yang masih berusia 8 tahun.

“Berdasarkan keterangan dari warga Danang selalu berpenampilan seperti anak “Punk” dengan badan bertato dan serta tubuh dihiasi tindik memang kerap pulang larut malam,” tandasnya. (iz/B. Supriyadi).