Baca juga : Diserang Rudal Israel, Kantor Berita AP dan Al Jazeera di Gaza Ambruk

Namun dia tidak menunjukkan bukti apa pun dari klaimnya. Ia mengatakan itu adalah target yang sangat sah.

“Kami menargetkan organisasi teroris yang menargetkan warga sipil kami dan bersembunyi di belakang mereka, menggunakan mereka sebagai perisai manusia,” tambahnya.

Baca juga : Israel Segel Kawasan Palestina

Menara al-Jalaa, yang juga menjadi kantor kantor berita AS Associated Press (AP) dan outlet lainnya, dihancurkan oleh serangan angkatan udara Israel pada hari Sabtu. Asosiasi Pers Asing (FPA) di Israel dan Wilayah Palestina sebelumnya mempertanyakan komitmen Israel terhadap kebebasan pers setelah penghancuran gedung.

BACA JUGA :  Bau Busuk Ungkap Kematian Pria Sebatang Kara di Kontrakan Cibinong

Baca juga : Menlu Retno Hadiri Pertemuan Khusus Bersama Organisasi Kerja Sama Islam

“Kami mencatat bahwa Israel belum memberikan bukti apa pun untuk mendukung klaimnya bahwa bangunan itu digunakan oleh Hamas,” kata sebuah surat dari asosiasi tersebut.

Asosiasi mengatakan telah meminta pertemuan dengan pejabat Israel atas insiden tersebut.  FPA mengatakan memiliki 480 anggota yang bekerja untuk media internasional.

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Bangga, Panda Pertama Indonesia Lahir di Kabupaten Bogor

Organisasi non-pemerintah internasional Reporters Without Borders (RSF) juga mengutuk serangan terhadap gedung tersebut, dengan Direktur eksekutif Christian Mihr mengatakan bahwa itu tidak dibenarkan tidak peduli apakah Hamas menggunakannya atau tidak.

Baca juga : Hilang Keseimbangan, Perahu Wisatawan Terbalik

“Menyatakan kantor media sebagai target perang adalah kejahatan perang,” tulis Mihr di Twitter. (Alkhaledi/Republika/B. Supriyadi).

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================