GAZA TODAY – Militer Israel meluluhlantakan kediaman Pimpinan Hamas di Gaza Yahya Al-Sinwar pada Minggu (16/5/2021) pagi. Hal tersebut merupakan balasan usai kelompok itu menembakkan serangan roket ke Tel Aviv. Empat orang tewas dalam peristiwa serangan tersebut.

Tak hanya menyerang rumah pimpinan Hamas, serangan udara lain juga dilakukan Israel. Petugas medis Palestina melaporkan serangan itu menewaskan seorang ahli saraf Gaza dan melukai istri serta putrinya.

Baca juga : Diserang Rudal Israel, Kantor Berita AP dan Al Jazeera di Gaza Ambruk

Sementara itu Jerusalem Post melaporkan sebelum pemboman itu terjadi, serangan roket Hamas di Israel selatan terus berlangsung sepanjang Sabtu (15/5/2021/ kemarin.

Baca juga : Jet-jet Tempur Israel Rusak, Diterjang Banjir Bandang

Tak lama setelah itu, tentara Israel mulai membombardir jalur Gaza dan mengenai lebih dari 150 sasaran, termasuk rumah dan kantor pemimpin Hamas, Yahya Sinwar.

Akibat serangan itu, media lokal Palestina melaporkan sejumlah orang tewas dan luka-luka.

Baca juga : Sudah 190 Roket Gaza Ditembakkan ke Israel

Baik Israel maupun Hamas, sama-sama bersikeras akan melanjutkan serangan lintas perbatasan, apalagi setelah Israel menghancurkan gedung 12 lantai di Kota Gaza.

Sebagai bentuk pembalasan atas hancurnya gedung al-Jala oleh Israel, Hamas menembakkan roket ke Tel Aviv dan kota-kota di Israel selatan pada Minggu pagi.

Baca juga : Remaja Asal Bogor Nyaris Tergulung Ombak Pantai Citepus Sukabumi

Konflik yang semakin meluas antara Israel dan Palestina tak kunjung henti. Padahal, sudah banyak korban tewas.

Hingga kini, Palestina mencatat setidaknya 149 orang tewas dengan 41 korban diantaranya anak-anak.

Baca juga : Perayaan Ulang Tahun Berujung Maut

Sementara Israel melaporkan 10 orang tewas termasuk dua anak.

Menanggapi konflik itu, Amerika Serikat, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Mesir tengah berusaha memulihkan kekacauan yang terjadi di negara itu. Tapi usaha mereka belum menunjukkan tanda-tanda kemajuan.

Dewan Keamanan PBB sendiri dijadwalkan akan bertemu membahas kekerasan Israel-Palestina pada Minggu (16/5) malam ini. (isa/cnn/B.Supriyadi)