BOGOR TODAY – Buat kalian para pelanggan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor yang suka terjadi tiba-tiba tagihan air melonjak? Ini penjelasan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor.

Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan mengaku, keluhan pelanggan soal tiba-tiba tagihan air melonjak memang sering dilaporkan ke Perumda Tita Pakuan.

Baca Juga : FollowerTembus 10 Ribu, Tirta Pakuan Punya Program Giveaway Berhadiah Jutaan Rupiah

Lanjut dia, berdasarkan Perda Nomor 2 Tahun 2014 Pasal 1, yang menyebabkan hal itu salah satunya ialah kebocoran pada Pipa Persil atau jaringan dalam rumah. Yang dimaksud pipa persil adalah pipa beserta peralatan dan perlengkapannya, yang terletak dalam persil pelanggan sesudah meter air.

Kemudian, mengenai kepemilikan instalasi dan batas tanggung jawab tertuang di pasal 7 yaitu pipa persil merupakan milik pelanggan dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pelanggan, dalam hal pemeliharaan dan penggantiannya akibat kebocoran atau kerusakan lainnya.

“Perlu diketahui, pelanggan berperan serta dalam pemeliharaan meter air. Maka dari itu, sebaiknya pelanggan deteksi terlebih dahulu apa saja yang memungkinkan kebocoran terjadi dan tagihan air menjadi tinggi,” kata Rino.

Baca Juga :  Anggota DPRD Kota Bogor Datangi SDN Otista yang Ambruk

Baca Juga : PesanDirut untuk Pejabat Reservoir Rancamaya, Percepat Penanganan Zona 1

Jika ada tagihan air melonjak tiba-tiba, namun pemakaiannya tidak banyak mungkin ada kebocoran pipa persil yang disebabkan karena terbentur benda keras. Sehingga patah atau retak, hal ini sangat di pengaruhi oleh jalur instalasi pipa yang sembarangan dan kualitas pipa yang kurang baik.

“Untuk itu, posisikan jalur pipa dengan aman dan gunakan pipa yang memiliki standar atau Standar Nasional Indonesia (SNI). Dengan memiliki ketebalan umum kurang 1,8 mm,” lanjutnya.

Kemungkinan kedua, kata Rino, toren luber yang disebabkan katup pelampung rusak. Untuk itu pelanggan perlu melakukan pengecekan katup secara rutin dan jangan sampai berkarat. “Bila terjadi hal demikian maka harus segera diganti,” ujarnya.

Masih kata Rino, kemungkinan juga keran rusak yang disebabkan kualitas keran yang kurang baik atau kualitasnya menurun dan berkarat. Untuk itu, gunakan keran dengan bahan kuningan atau stainless steel, jangan gunakan keran bahan plastik atau bahan yang mudah patah dan berkarat.

Baca Juga :  Kapten Mirza, Pilot Pesawat Rimbun Air yang Jatuh di Papua Warga Bogor yang Dikenal Supel

Baca Juga : LewatSimotip, Pelanggan Tirta Pakuan Bisa Melaporkan Angka Meter Secara Mandiri

“Lalu hindari instalasi pipa persil yang menyambungkan antara air pam dengan air sumur. Karena jika demikian, menyebabkan air pam mengalir ke sumur dan tidak ke toren, atau ke antrian air kedalan rumah. Maka, pelanggan harus memisahkan instalasinya antara jalur sumur dengan jalur air pam,” paparnya.

Tips lain yaitu mengecek ada kebocoran atau tidak, bisa melihat pada meteran air. Apakah jarum meter terus berputar padahal air tidak digunakan. “Jika sudah dimatikan semua, namun meteran masih berputar. Baiknya tidak usah panik dan bingung. Cukup hubungi call center Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor 0251-8324-111 atau chat whatshapp 0811-1182-123,” ucapnya. (*/Heri)