BANDUNG TODAY – Ratusan pengusaha kafe dan restoran yang tergabung dalam organisasi Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) di Kota Bandung batal mengibarkan bendera putih hari ini. Keputusan itu diambil setelah perwakilan mediasi dengan Pemerintah Kota Bandung.

Melansir cnnindonesia.com, Jumat (30/7/2021) Ketua Harian AKAR Gan Bonddilie mengungkapkan batalnya aksi kibarkan bendera putih karena telah dilakukan mediasi di kantor Mapolrestabes Bandung bersama Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana, Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya, dan Disbudpar.

“Kami menerima undangan, yang intinya mereka mengajak mediasi,” sebut Bond, panggilan akrabnya.

Terkait bendera putih, sambung Bond dirinya merasa kecewa, sebab aturan dari Pemkot Bandung tidak merata soal porsedur Dine in (makan di tempat, red).

Baca Juga :  Pesawat Rimbun Air Papua Ditemukan, Bagian Cockpit Hancur

Di waktu yang sama, AKAR juga bertemu dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna. Lalu dilanjutkan berbincang secara virtual dengan
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.

“Kami selaku asosiasi selalu melakukan prokes yang ketat. Tapi di lain pihak ada yang buka tanpa menerapkan prokes. Cuma permintaan dari Pak Kapolrestabes baiknya kami ada mediasi dulu jangan ada pengibaran bendera karena kalau ada pengibaran bendera takut dipolitisasi,” kata Bond.

Bond menegaskan bahwa pernyataan sikap dan rencana AKAR mengibarkan bendera putih tidak ada yang mempolitisasi. Bahkan, ia siap bertanggung jawab atas pernyataannya di media massa.

“Saya bilang, kami tidak ada dipolitisasi. Media itu naik beritanya tanggung jawab saya sepenuhnya. Ada apapun itu saya yang bertanggung jawab. Karena memang pemerintah sudah beberapa kali kami kirimkan surat audiensi tidak menggubris,” tuturnya.

Baca Juga :  Sesosok Bayi Mungil Terbungkus Kain Hitam Ditemukan Warga di Saluran Air

Akhir pertemuan mediasi tersebut, AKAR pun menyepakati tidak mengibarkan bendera putih. Pihak pemerintah disebut akan mengunjungi empat titik kafe dan restoran sebagai lokasi yang sudah memenuhi protokol kesehatan ketat.

“Karena sudah dipertemukan, mereka juga sudah berjanji dan saya anggap itu dipenuhi (tuntutan). Setelah simulasi di empat titik, besok sore kami sampaikan teleconference yang dihadiri Ketua PHRI, Ketua AKAR, Disbudpar, Wakil Wali Kota, dan Disbudpar,” kata Bond.

Terpisah, Sekda Kota Bandung Ema Sumarna membenarkan adanya audiensi dengan AKAR. “Insya Allah enggak jadi (kibarkan bendera). Sudah audiensi,” ucap Ema.  (Hyg/CNN/B. Supriyadi)