Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto

JAKARTA TODAY – Buntut dari sikap arogansi oknum prajurit TNI AU melakukan tindakan kekerasan terhadap seorang difabel di Marauke, Papua, beberapa waktu lalu, Komandan Lanud (Danlanud) dan Komandan Satuan Polisi Militer (Dansatpom) Papua akhirnya dinonaktifkan.

TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memerintahkan KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo untuk mencopot dua pimpinan dari Sersan Dua (Serda) berinisial A, dan Prajurit Dua (Prada) V.

Dillansir cnnindonesia.com, Kamis (29/7/2021) Hadi Tjahjanto menyebut Danlanud dan Dansatpom dinilai tidak bisa mengatur dua anggotanya dalam insiden penginjakan kepala seorang warga tersebut. Ia menyayangkan, Sersan A dan Prada V tak punya kepekaan, bahkan terhadap seorang yang tunawicara.

Baca Juga :  Sesosok Bayi Mungil Terbungkus Kain Hitam Ditemukan Warga di Saluran Air

“Saya sudah memerintahkan KSAU untuk mencopot Komandan Lanud dan Komandan Satuan Polisi Militernya-nya,” ujar Hadi.

Sementara, dikutip dari situs TNI AU, Komandan Pangkalan Udara Johanes Abraham Dimara, Merauke, dijabat oleh Kolonel Pnb Herdy Arief Budiyanto. Ia menjabat posisi itu sejak 7 Juli 2020.

“Jelas itu membuat saya marah, karena mereka tidak peka memperlakukan seorang difabel seperti itu,” ungkap Hadi.

Seperti diketahui, Sersan A dan Prada V belakangan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi militer. Keduanya dinilai telah melakukan tindak pidana kekerasan oleh penyidik, bahkan disebut telah ditahan untuk 20 hari ke depan.

Baca Juga :  Selewengkan Dana Desa, Dua Mantan Kades Ditangkap

“Saat ini kedua tersangka menjalani penahan sementara selama 20 hari, untuk kepentingan proses penyidikan selanjutnya,” Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau), Marsma Indan Gilang Buldansyah.

Peristiwa itu terungkap setelah sebuah video beredar viral di media sosial. Video merekam anggota TNI AU menginjak kepala seorang warga Papua tunawicara.

Dalam video tersebut, tampak salah satu anggota TNI AU itu menginjak kepala pria tersebut dengan menggunakan sepatu boots, sedangkan satu prajurit yang lain memitingnya ke tanah.
(thr/CNN/B. Supriyadi)