Ilustrasi melahirkan. Foto : freepik.com

PAMEKASAN TODAY – Agustin Damayanti, seorang ibu hamil warga Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Jawa Timur sempat mendapat penolakan dari RS Kusuma Hospital saat akan melakukan persalinan. Pihak rumah sakit beralasan ketersediaan ruang di rumah sakit setempat penuh.

Dilansir cnnindonesia.com, Jumat (9/7/2021) keluarga Agustin, Nora menceritakan awal mulanya, Agustin yang telah merasakan akan melahirkan mendatangi rumah sakit swasta di kawasan Jalan Bonorogo, Pamekasan.

Baca juga : Matahari Kembali Keluarkan Lidah Api, SWPC : Setara Dengan Ledakan Jutaan Bom Hidrogen

Di sana (rumah sakit, red) Agustina sudah mendapatkan pelayanan kelahiran dengan cara operasi. Namun sebelum proses operasi, Agustina terlebih dahulu diswab antigen dan hasilnya positif Covid-19. Mengetahui hal itu, RS mendadak membatalkan proses operasi dengan alasan tidak memiliki ruang isolasi Covid-19.

“Pihak rumah sakit menyarankan pasien dirujuk ke RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo atau RS Mohammad Noer. Lalu pihak keluarga meminta surat rujukan untuk mendapat pelayanan di antara dua RS tersebut. Namun, lagi-lagi petugas berdalih bahwa ruang isolasi Covid-19 di dua RS tersebut juga sudah penuh,” terang Nora, seperti dikutip cnnindonesia.com.

Baca Juga :  Jeritan Pedagang Kecil Korban Pandemi

Baca juga : Ini Alasan Nia dan Ardi Konsumsi Narkotika

Kondisi tersebut membuat panik dan geram pihak keluarga. Pasalnya, saat itu pasien kondisinya sudah sangat kritis. Akhirnya Agustin diputuskan oleh Bidan Desa untuk dirujuk ke RS Larasati.

Sesampainya di RS Larasati, sambung Nora, Agustina kembali dilakukan swab dan hasilnya positif. Namun lagi-lagi pihak rumah sakit ini menolak dengan alasan tidak ada ruang isolasi bagi pasien Covid-19.

Baca juga : Terjerat Kasus Narkotika, Nia dan Ardi Bakri Diringkus Polisi

Begitupun di RS Mohammad Noer dan RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo, mereka ditolak dengan alasan yang sama. Setelah itu, Bidan yang menanganinya angkat tangan. Agustin lantas ke RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo tanpa didampingi Bidan

“Pihak keluarga meminta bantuan Kepala Desa untuk mencarikan rumah sakit yang bersedia menerima Agustin. Desa memutuskan untuk kembali ke RS Kusuma Hospital. Tapi disana ditolak, karena suaminya sudah menandatangani pernyataan menolak dilakukan operasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Negara Berikan Fasilitas Mewah Untuk Isolasi Mandiri Para Anggota Dewan

Isi suratnya menyatakan menolak dioperasi dan akan merujuk ke RS lain. Pernyataan tersebut tidak diketahui suami Agustin, Ach Hidayatullah, lantaran saat itu keluarganya dalam kondisi panik.

Nora mengungkapkan Agustin terpaksa dirujuk ke RS luar daerah dengan pertimbangan melihat kondisi bayi dan ibunya. RS Nindita, salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Sampang, bersedia menanganinya usai ada komunikasi antara Pemerintah Desa Pamaroh, Kecamatan Kadur, dengan Pemerintah Kabupaten Sampang.

“Beruntung salah satu RS swasta di Kabupaten Sampang menerima Agustin dan langsung dioperasi,” ucap Nora.

Ibu dan bayi pun selamat. Meskipun, kondisi sang anak masih dalam keadaan lemah karena orang tuanya kehabisan air ketuban lantaran berjibaku mencari RS sejak Senin (5/7/2021) mulai pukul 08.00-21.00. (nrs/CNN/B. Supriyadi)