Tampang Aris Widianto, pelaku pembuat senjata api rakitan di Lampung Utara. Foto : Zai Bento/CNN Indonesia.

LAMPUNG TODAY – Aris Widianto (51), warga Desa Sawojajar, Kecamatan Kotabumi Utara, Lampung Utara ditangkap lantaran memproduksi senjata api (senpi) rakitan.

Baca juga : Pukul Wanita Hamil Saat Penertiban PPKM, Oknum Satpol PP Tuai Kecaman

Dari penangkapan itu, petugas menyita sepucuk senjata api rakitan jenis revolver beserta empat butir amunisi dan peralatan yang digunakan untuk membuat senpi.

Baca juga : Dampak PPKM Darurat, Rakyat Bisa Mati Kelaparan Bukan Karena Virus

Kapolsek Sungkai Selatan, Kompol Arjon Syafrie menyebut pelaku bersama barang bukti lainnya sudah diamankan di Mapolsek Sungkai Selatan dan kasusnya masih dalam pengembangan penyelidikan.

Baca Juga :  SOLUSI ADANYA DIKOTOMI SEKOLAH NEGERI DAN SWASTA

Penangkapan pelaku ini merupakan hasil pengembangan pemeriksaan terhadap Zulkarnain yang lebih dulu ditangkap karena melakukan penembakan terhadap saudaranya sendiri.

Baca juga : Petugas Gabungan Sekat Jalan di Simpang Salabenda Bogor

“Hasil penyelidikan anggota, senpi rakitan yang digunakan Zulkarain didapati dari Aris,” terang Arjon seperti dikutip CNN Indonesia.com, Jumat (16/7/2021).

Dari informasi tersebut, Sambung Arjon, petugas melakukan pencarian dan berhasil menangkap Aris saat sedang berada di rumah mertuanya di Kecamatan Sungkai Selatan. Namun, petugas tidak menemukan barang bukti di tempat itu.

Baca Juga :  Jumat Berkah, Forum Warga Banten Kembali Bagikan 100 Nasi Kotak  

Setelah diinterogasi, Aris mengakui menjual satu pucuk senpi rakitan kepada Zulkarnain dengan transaksi di SPBU di Kecamatan Kotabumi Utara.

“Tersangka mengaku ada satu pucuk senpi rakitan yang belum sempat dijualnya dan senpi rakitan itu disembunyikan tersangka di kebun singkong belakang rumahnya,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku baru 1,5 tahun membuat senjata api rakitan dan sudah merakit lima pucuk senpi jenis revolver.

Tersangka membuat senpi rakitan secara otodidak dengan mencontoh dari senjata api mainan anak-anak. Pelaku menjual senjata rakitannya dijual seharga Rp 2,5 juta.(zai/CNN/B. Supriyadi)