BOGOR-TODAY.COM, JEPANG – Kehadiran bayi dalam sebuah keluarga tentunya sangat dinanti para pasangan yang baru saja menikah. Namun sangat disayangkan, kunjungan untuk menengok anggota keluarga baru masih belum memungkinkan lantaran terhalang pandemi.

Di Jepang, ada tradisi unik menengok bayi yang baru saja lahir. Para orang tua baru di Jepang akan mengirimkan karung beras yang beratnya sama dengan bayi yang baru lahir kepada kerabat yang tidak dapat mengunjungi bayinya karena pandemi.

Karung beras yang dikirimkan tersebut diberikan istilah “Dakigokochi” yang berarti kantong berisi nasi yang berbentuk seperti bundel bayi dan dicetak dengan wajah dan nama bayi yang baru lahir. Fenomena “Dakigokochi” semakin disukai orang tua baru di Jepang di tengah pembatasan pandemi.

BACA JUGA :  Netanyahu Tegaskan Israel Akan Hentikan Ancaman Iran, Sebut Rezim Teheran Tak Akan Bertahan

Kantong beras yang dikirimkan dibentuk menyerupai bayi yang disampul kantong beras.

Dilansir Independent.co.uk, bahwa harga setiap tas sebanding dengan beratnya, dengan beberapa bisnis mengenakan biaya satu yen per gram, dengan paket 3,5 kilogram dengan harga 3.500 yen (£ 22,90) atau setara dengan Rp455 ribu.

Namun tradisi “Dakigokochi” bukanlah hal baru dan sudah ada sejak era pra-pandemi. Memegang karung beras rasanya seperti menggendong bayi.

Naruo Ono, pemilik toko beras Kome no Zoto Yosimiya di Fukuoka, Jepang Selatan menyebut bahwa idenya ia mulai sejak 14 tahun lalu, ketika putranya lahir. Kemudian ia berfikir tentang apa yang bisa dilakukan untuk kerabat yang tinggal jauh dan tidak bisa datang dan melihatnya.

BACA JUGA :  Menjemput Keberkahan: Panduan Sunnah Rasulullah SAW Sebelum dan Sesudah Tidur

“Jadi kami memutuskan untuk membuat karung beras yang berat dan bentuknya sama dengan bayi, sehingga kerabat bisa memegangnya dan merasakan kelucuannya.” ujar Naruo Ono.

Dikarenakan diminati para orang tua baru, ia memperluas jangkauan produknya untuk memasukkan tas beras yang berhubungan dengan pernikahan.

“Dalam hal barang-barang perayaan pernikahan, pengantin memberikannya kepada orang tua masing-masing dengan foto mereka sejak mereka masih bayi sebagai cara untuk menunjukkan penghargaan karena melahirkan mereka,” katanya.

Seiring pesatnya bisnis yang ia tekuni, rupanya, tas beras bertema pernikahan lebih populer daripada tas kelahiran. “Selama pandemi, permintaan mereka benar-benar meningkat karena orang tidak dapat melakukan perjalanan ke upacara pernikahan.” Tuturnya. (Net/B. Supriyadi)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================