BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – SS, pria berusia 32 tahun harus berurusan dengan polisi usai menganiaya rekannya sendiri MS (45) di Kampung Cibogo, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. MS dinyatakan meninggal di tempat.

Kapolsek Megamendung, Iptu Tri Lesmana mengungkapkan peristiwa tragis tersebut
bermula saat SS tengah berkumpul bersama rekan lainnya di Kampung Cibogo sambil meminum minuman keras.
Di hari yang sama, MS datang ke tempat tersebut. Tak berselang lama terjadi pertikaian antara SS dan MS.

Saat terjadi pertikaian, sambung Tri, adik dari terduga pelaku mencoba menghubungi orangtuanya dengan maksud untuk menanyakan kejadian itu.

Namun sebelum orang tua SS
tiba di lokasi, SS langsung melakukan pemukulan terhadap korban menggunakan tangan kosong hingga korban terjatuh. Tak sampai disitu, SS juga menginjak-injak MS menggunakan sepatunya dan menghantam korban menggunakan batu di bagian wajah.

BACA JUGA :  Bogor Nanjeur, Harapan HJB Ke-544 untuk Kota Bogor yang Lebih Maju

“Atas kejadian itu, korban tidak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia di tempat. Pelaku saat itu melarikan diri ke wilayah Cipanas, Cianjur,” ungkap Tri, Kamis (12/8/2021).

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya SS dijerat pasal pembunuhan dan atau penganiayaan yaitu pasal 338 dan atau pasal 351 ayat 3 dengan ancaman pidana 15 tahun.

“Pelaku ini residivis, sebelum kejadian ini pelaku sempat melakukan penganiayaan dan di vonis lima tahun hukuman kurungan,”tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, pria paruh baya berinisial MS (45) ditemukan tewas mengenaskan usai pesta minuman keras (miras). Jasad korban ditemukan pada Rabu (4/8/2021) dini hari di Gang Semen, Kampung Cibogo RT 02/05, Desa Cipayung Datar, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

BACA JUGA :  Bogor Kota, Sudahkah Tertata?

Komandan Pos (Danpos) Koramil Ciawi
Pembantu Letnan Satu (Peltu) Edi Rasbani menceritakan MS tewas diduga dibunuh oleh sekelompok anak-anak punk usai pesta miras.

“Sekitar pukul 03.00 WIB, korban bersama rekanya RI datang ke Gang Semen setelah dari Belva 2 (sebuah kafe, red). Lalu korban bertemu rekan lainnya berinisal JA dan dilanjutkan dengan pesta miras,” terang Edi, Rabu (4/8/2021) dalam keterangan tertulisnya.

Ketika sedang meminum minuman keras, sambung Edi datang satu pemuda berinisial SS bersama dua orang rekannya yang saat ini belum diketahui indentitasnya masuk ke ruangan dan diajak mabuk bersama.

“Tak berselang lama setelah SS bersama tiga rekannya datang terjadi keributan hingga MS tewas dibunuh,” kisahnya. (B. Supriyadi)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================