BOGOR TODAY – Jumlah sperma yang rendah atau disebut juga Oligospermia merupakan kondisi dimana mani yang dikeluarkan saat ejakulasi selama orgasme mengandung lebih sedikit sperma dari biasanya.

Jumlah sperma bisa dianggap rendah jika laki-laki memiliki kurang dari 15 juta sperma per mililiter air mani.

Jika sel sperma rendah, maka kemungkinan sperma untuk membuahi sel telur akan berkurang.

Dilansir dari akun Instagram @infopria.id, berikut 5 kebiasaan yang bisa menurunkan jumlah sperma.

  1. Pola Makan yang Tidak Sehat

Pola makan atau diet, ini dikategorikan menjadi empat yaitu

  • Diet Barat, yang penuh dengan pizza, keripik, daging olahan, minuman energi dan permen.
  • Diet bijaksana, berupa ikan, ayam, sayuran, buah dan air
  • Diet Denmark klasik yang terdiri dari daging olahan beku, biji-bijian, mayones, ikan beku, bumbu dan susu, serta
  • Pola makan vegetarian yang terdiri dari sayuran, susu kedelai dan telur.

Para peneliti menemukan bahwa peserta yang mengikuti pola diet bijaksana memiliki jumlah sperma tertinggi. Sedangkan laki-laki yang memiliki pola diet Barat memiliki jumlah sperma yang rendah.

  1. Tidur Larut Malam
Baca Juga :  Jelang Pelantikan, DPC-SI Kota Bogor Sambangi Balaikota

Para peneliti di Aarhus University melakukan survey terhadap beberapa laki-laki tentang waktu tidur mereka selama satu bulan.

Hasilnya, laki-laki yang tidur sebelum pukul 22.30 malam memiliki jumlah sperma yang lebih tinggi daripada laki-laki yang tidur setelah pukul 23.30.

Laki-laki dengan waktu tidur lebih awal empat kali lebih mungkin memiliki tingkat jumlah sperma yang dikategori sebagai normal. Waktu tidur bisa melemahkan sistem kekebalan seseorang sehingga bisa menurunkan jumlah keseluruhan sperma.

  1. Tidak Menjaga Berat Badan yang Sehat

Obesitas dapat mengganggu kesuburan. Obesitas menyebabkan perubahan hormon yang mengurangi kesuburan laki-laki dan berdampak langsung pada sperma.

Sebuah study yang dilaporkan, terdapat 1.285 laki-laki menemukan bahwa obesitas memiliki kaitan dengan rendahnya jumlah sperma dan motilitas sperma.

  1. Menaruh HP di Saku Celana
Baca Juga :  Camat Parung Yudi Santosa Minta Dana Samisade Tepat Sasaran dan Libatkan Masyarakat

Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk mengetahui dampak radiasi HP pada jumlah sperma.

Study yang dicatatkan di Central European Journal of Urology menemukan bahwa laki-laki yang menyimpan HP di saku celana depan memiliki jumlah sperma yang lebih rendah.

  1. Konsumsi Obat-obatan, Alkohol, dan Rokok

Konsumsi obat-obatan dan alkohol serta merokok sudah lama dikaitkan dengan masalah kesehatan yang serius salah satunya berkaitan dengan sperma.

THC merupakan bahan aktif dalam ganja yang dapat menurunkan produksi sperma, mempengaruhi motilitas sperma dan mengganggu produksi testosteron.

Sementara, opiat dapat mengganggu produksi testosteron dan menurunkan kuantitas serta kualitas sperma.

Selain itu, orang yang minum 14 atau lebih minuman beralkohol per minggu bisa mengalami penurunan produksi testosteron dan peningkatan produksi estrogen yang bisa menurunkan jumlah sperma.

Sementara itu, merokok terbukti meningkatkan persentase fragmentasi DNA dalam sampel sperma. (net)