
Alat kerja ini, sambung dia, untuk membantu menginventarisasi aset, sehingga aset itu bisa disajikan dan diinformasikan secara tepat serta cepat. Sehingga, dengan sistem digital itu tidak lagi sekat waktu. Jika laporan harus menunggu tandatangan atau misalkan input ketik dari masing-masing pengurus barang.
“Jadi nanti dengan aplikasi ini pengurus barang bisa nginput keaplikasi itu, sehingga data itu bisa tersampaikan langsung,” tuturnya.
Denny memaparkan, saat ini masih proses menginventarisir aset, karena bisa diakses cepat. Jadi lebih real time, sekarang pengurus barang maupun masyarakat bisa real time mengakses data barang.
“Memang belum terinformasi dengan baik, yang ideal updating data perbulan 10 persen hingga 20 persen. Karena itu saya minta kepada pengurus barang betul-betul konsen dan fokus sehingga updating data terselesaikan,” pungkasnya. (Hery)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















