
Ziljstar mengatakan inti panas akan membuat selubung dan keluar bersinar dalam 10 ribu tahun. Ini merupakan periode saat Nebula terlihat.
Sementara itu Futurism membuat skenario dampak pada Bumi saat Matahari mati. Namun saat itu terjadi, manusia di Bumi mungkin baru merasakannya 8,5 menit kemudian.
Saat sadar, Matahari sudah menghilang dan malam akan terjadi selamanya. Bumi juga akan melakukan perjalanan antar bintang dengan kecepatan 18 mil per detik.
Dampak Matahari yang mati akan terasa pada Bulan purnama dan planet di tata surya. Benda-benda tersebut tidak bisa lagi memantulkan sinar Matahari dan berubah menjadi gelap.
Suhu di Bumi juga akan menurun meski butuh jutaan tahun hingga berubah menjadi beku padat. Pada minggu pertama, di kerak Bumi suhu akan turun di bawah 0 derajat.
Berikutnya pada tahun pertama, suhunya anjlok -100 derajat. Terakhir suhu akan stabil -240 derajat dalam waktu beberapa juta tahun dan panas bumi masih tetap bekerja.
Mereka yang bertahan akan migrasi ke dekat panas Bumi. Sementara proses fotosintesis yang membutuhkan sinar Matahari juga terhenti dan tanaman musnah. Sebagian besar spesies juga akan bertahan hanya dalam waktu singkat hingga akhirnya menuju kepunahan. (net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















