Soal Prostitusi Online, Pemilik Kontrakan Tak Setuju Saran Aparat Desa Sipak

BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Pemilik kos-kosan yang diduga dijadikan transaksi prostitusi online kaget bukan kepalang saat sejumlah pasukan berseragam lengkap malam-malam mendatangi kontrakan miliknya.

“Iya kang, aslinya saya sangat kaget dengan kejadian ini, apalagi ketika ada dari pihak pemerintahan dan muspika mengecek kelokasi dimana sayapun ikut mendampingi,” ujar pemilik kontrakan yang enggan disebutkan namanya kepada Bogor Today, Senin (8/11/2021).

Diapun menuturkan, bahwa dirinya merasa kecolongan jika memang tempatnya itu betul dijadikan tempat transaksi mantap-mantap muda-mudi yang menyalahgunakan kosannya itu. Namun, dia berjanji kedepannya dia pun akan lebih selektif lagi dalam menerima masyarakat yang mau menyewa.

“Iyalah sayapun pasti merasa kecolongan, dengan adanya kejadian ini kedepan kita akan lebih ketak dan selektif dalam menerima orang yang mau ngontrak,” tegas dia.

Belakangan beredar kabar tempat yang diduga jadi eksekusi transaksi online yang tak jauh dari rumah Kepala Desa Sipak akan dilakukan penutupan. Sontak kabar tersebut mengagetkan pemilik kontrakan.

“Jujur jika penutupan itu terjadi dilakukan oleh kades saya mau ngasih makan apa buat keluarga. Selama ini, kos-kosan itu merupakan sumber mata pencarian saya,” tuturnya sedih.

BACA JUGA :  Argentina di Piala Dunia 2026: Kandidat Kuat Pertahankan Gelar Juara

Padahal, lanjut dia, kamar yang diduga dijadikan tempat esek-esek itu hanya satu kamar saja dan penyewanya pun juga sudah kabur entah kemana saat ramai terkait pemberitaan teraebut.

“Yang sangat saya sesalkan saran kepala desa yang meminta untuk menutup semua, sebenarnya bisa aja menutup semua tapi siapkah kepala desa menanggung kehidupan saya dengan kekuarga. Harusnya ada langkah yang lebih bijak lah, karna yang salah bukan tempatnya, dan saya selaku pemilik pun sebenarnya korban juga,” tutupnya.

Sebelumnya, kabar mengejutkan tentang adanya dugaan prostitusi online di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor mengejutkan masyarakat yang tinggal di desa yang dikenal religius itu, bahkan muspika Kecamatan Jasinga pun kecolongan.

Tak ingin gelar kota santri itu tercemar oleh perbuatan zina para penikmat kenikmatan sesaat, Muspika Kecamatan Jasinga dan aparatur Desa Sipak langsung bertindak dan melakukan sidak ke lokasi yang diduga tempat transaksi prostitusi online.

BACA JUGA :  Dua SK Pengurus Beredar, Ketua Kadin Kota Bogor Versi Dona Disomasi Terbuka

“Iya betul, kami melaksanakan tindakan pada hari Sabtu 6 November 2021 sekitar pukul 22:00 WIB, bersama pihak Polsek, Koramil dan aparatur Desa Sipak,” ujar Kepala Seksi Pol PP Kecamatan Jasinga, Suhendi saat dikonfirmasi Bogor Today, Minggu (7/11/2021).

Suhendi menjelaskan, saat dilakukan sidak ke lokasi tersebut pasukannya tidak menemukan satu batang hidung pun di tempat, bahkan saat pasukan penegak perda masuk ke dalam kamar yang diduga dijadikan alas untuk enak-enak para pezina, hanya menemukan kasur tipis berwarna merah.

Lucunya, kegagalan Muspika Jasinga dan aparatur Desa Sipak saat sidak menyalahkan pemberitaan media yang sudah terlanjur menjadi konsumsi publik.

“Iya, tapi pas kita kelokasi sudah tidak ada penghuninya, kemungkinan sudah terendus kang, harusnya sih jangan di beritakan dulu biar bisa kita gerebeg, ketika kita tanya ke penghuni warung jawabnya selalu tidak tahu apa-apa,” tutupnya. (Tim Bogor Today)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================