
“Minyak sayur juga lagi tinggi harganya, semula perkilogram hanya Rp 13.000 perliternya sekarang sudah sampe Rp 19,000 perliternya. Itu harga di pasar kalo di pedagang kampung bisa sampai Rp 20.000,” ungkapnya.
Disisi lain, akibat naiknya harga minyak sayur dan telur, berdampak kepada ibu-ibu rumah tangga yang harus lebih memutar otak dalam menghemat kebutuhan.
Terlebih, dampak yang paling signifikan dirasakan oleh para pelaku Usaha Mikiro Kecil Menengah (UMKM) seperti para pelaku usaha gorengan, martabak telor, dan telor gulung.
“Pusing kang, naiknya minyak dan telur otomatis ngurangin penghasilan saya, contoh sebelum naik harga minyak dan telur, saya biasa jualan telur gulung itu sekilo telur bisa punya untung empat puluh ribuan, tapi pas udah naik paling cuma dua puluh ribuan,” keluhnya. (Disin/CR)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















