La-nina

Oleh : Muhammad Youri Azreal (Mahasiswa IPB University penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS)

PERSOALAN musim hujan di Indonesia sudah seringkali diperbincangkan. Apalagi, Indonesia berada di wilayah ekuator (95º hingga 141º bujur timur dan 6º lintang utara hingga 11º lintang selatan) dimana hanya terdapat dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan.

Indonesia juga dilewati matahari tiap tahunnya yang membuat Indonesia sering tercakup pada wilayah ITCZ (Inter-Tropical Convergence Zone) yaitu sabuk awan konvektif di wilayah ekuator.

Baca Juga :  Sekda Tinjau Rumah Rusak Terdampak Hujan dan Angin Kencang di Bogor Barat

Indonesia seringkali kedapatan hujan lebat setiap hari saat musim hujan dan itu adalah hal yang normal. Namun terdapat perbedaan musim hujan biasanya dengan musim hujan kali ini, musim hujan kali ini (2021) terdapat fenomena ENSO (El-Nino Southern Oscillation) La-Nina.

Baca Juga :  Sebentar Lagi, Perumda Tirta Pakuan  Bakal Meresmikan Command Center Sebagai Pemecah Masalah Dari Hulu Sampai Hilir

Apa itu La-Nina? Apa dampaknya terhadap wilayah Indonesia? Bagaimana keadaan wilayah yang terkena dampak ini? Apa yang harus dilakukan?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini waspada La Nina menjelang akhir tahun 2021. Peringatan ini berdasarkan pengamatan data suhu permukaan laut di Samudra Pasifik terbaru.

Halaman:
« 1 2 | Selanjutnya › » Semua