BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Meski kondisi rumah Eha (31), warga Kampung Bojongkancas, RT 05/06, Desa Barengkok, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor masuk kategori rumah tidak layak huni (Rutilahu) yang sangat patut untuk diberikan bantuan, namun tidak termasuk warga miskin yang diprioritaskan.

“Untuk bantuan dari anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Desa Barengkok hanya mendapatkan jatah 4 unit, dan sudah direalisasikan dengan skala prioritas, rumah Eha tidak masuk skala prioritas,” kata Kepala Desa Barengkok, Hermawan melalui pesan WhatsApp, Senin (27/12/2021).

Barengkok
Kepala Desa Barengkok, Hermawan sebut rumah Eha tidak masuk skala prioritas, tapi sedang diperjuangkan dengan dana aspirasi Pemrov jabar, namun tak kunjung terealisasi.

Hermawan beralasan, Rutilahu yang ditempati Eha tengah diperjuangkan melalui dana aspirasi Provinsi Jawa Barat, namun hingga kini belum juga terealisasi. “Untuk ibu Eha udah masuk data base pengajuan aspirasi provinsi namun dananya belum ada realisasi,” kata dia.

Sementara itu, Eha (31), warga Kampung Bojongkancas yang sudah bertahun – tahun tinggal di gubuk reot sangat berharap sekali mendapatkan bantuan, namun apadaya Kades Barengkok belum menjadikan gubuk reot milik Eha masuk skala prioritas.

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Hibahkan Tanah ke Paspampres, Langkah Nyata Dukung Kesejahteraan Prajurit Pengawal Presiden

“Padahal hidup saya sangat susah, sudah tinggal di gubuk jelek, suami juga kerjanya hanya sebagai OJOL (Ojeg Onlen) di Serpong,” tutur Eha.

Dia menambahkan, untuk bertahan hidup Eha harus berjualan kecil-kecilan di depan rumahnya, karena penghasilan sang suami yang tidak menentu.

“Jualan seblak pak, lumayan lah bantu bantu suami walau untungnya gak seberapa. Di rumah ini kita tinggal 7 orang pak. Saya, suami dan anak saya 2, dan keluarga dari Kaka kandung saya juga tinggal di rumah gubuk ini pak,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Karsa membangun salah satu program Pancakarsa milik Bupati Bogor, Ade Yasin rupanya belum bisa dikatakan berjalan sesuai harapan masyarakat miskin yang tinggal di pelosok Kabupaten Bogor, pasalnya masih ada rakyat Ade Yasin yang tinggal di gubuk reot.

Salah satunya Eha (31), warga Kampung Bojong Kancas RT 04/06, Desa Barengkok, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor tinggal di rumah tidak layak huni (Rutilahu). Lebih dari 3 tahun Eha dijanjikan bakal dibantu pemerintah untuk merehab rumah bilik milinya, namun hingga saat ini janji itu hanya sebatas angin surge.

BACA JUGA :  Bupati Bogor Pastikan Pembangunan Berdampak Lewat Evaluasi IKU

“Waktu itu, pak lurah dating ke rumah saya untuk meminta KTP dan Kartu Keluarga (KK) milik saya, sama RTnya juga dating ke rumah saya,” tutur Eha kepada Bogor Today, Minggu (26/12/2021).

Impian Bupati Ade Yasin untuk mengentaskan Rutilahu di Bumi Tegar Beriman hingga tahun ini (2021, red) hanya isapan jempol semata. Kepala desa sebagai representatif Pemkab Bogor sempat menjanjikan di tahun 2021 akan mendapatkan bantuan, tapi kenyataannya sampai akhir tahun ini belum juga dipenuhi janjinya.

“Kalau bantuan dari desa hanya Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa (DD) yang bantuan Covid-19, itu waktu awal-awal Corona sekarang engga lagi,” ungkapnya. (Didin/CR)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================